Profil Singkat Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI)

banyaknya perusahaan kontraktor yang tumbuh subur di Indonesia diikuti dengan munculnya asosiasi-asosiasi yang menjadi wadah berkupulnya para kontraktor tersebut guna berbagi atau saling bertukar informasi tentang berbagai hal baik seputar proyek kelistrikan, peluang bisnis, sertifikat usaha, dll. salah satunya adalah asosiasi kontraktor di bida ketenagalistrikan.

AKLI

akli indonesia
asosiasi kontraktor listrik via pxhere.com

AKLI adalah singkatan dari Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia. Asosiasi ini adalah salah satu wadah yang mempersatukan perusahaan-perusahaan yang begerak di bidang kontraktor listrik dan mekanikal di Indonesial.

Keberadaaan AKLI di tengah-tengah masyarakat memberikan peran yang penting sebagai mitra kerja bagi pemerintah dan masayarakat dalam hal penyediaan tenaga listrik, konstruksi ketenagalistrikan, penunjang tenaga listrik, dll.

Sejarah Terbentuknya AKLI

Awal mula terbentuknya asosiasi ini yakni saat diadakannya pertemuan antara para instalir listrik yang diprakarsai oleh Ir. Ketut Kontra, MSC., pada tanggal 11 Agustus 1979. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para instalir listrik dari PLN dari wilayah distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.

Pertemuan tersebut membahas mengenai peningkatan penyambungan kelistrikan kepada para konsumen dalam rangka penemuhan kebutuhan tenaga listrik oleh masyarakat.

Sebagai bukti keseriusah atas pertemuan tersebut, maka pada tanggal 12 September 1979 kembali diadakan pertemuan lanjutan yang selanjutnya memprakarsai terbentuknya Himpunan Instalasi Listrik Indonesia (HILI) di Jakarta yang kemudian diikuti dengan terbentuknya himpunan serupa di daerah-daerah.

Konvensi I HILI dilksanan tanggal 23-24 September 1980 yang diinisiasi oleh HILI Jakarta. Konvensi tesebut di ketuai oleh Ir. Syamsul Bahri Yusuf yang diadakan di kantor PLN Jakarta Pusat.

Konvensi pertama HILI tersebut menghasilkan kesepakatan perubahan nama asosiasi dari HILI menjadi AKLI yaitu singkatan dari Asosialis Kontraktor Listrik Indonesia.

Perubahan nama tersebut didasarkan pada tugas serta lingkup pekerjaan para kontraktor listrik yang tidak hanya terkait instalasi kelistrikan tetapi juga mengenia jaringa serta pembangkit listrik.

Perubahan nama tersebut disepakati oleh para peserta konvensi pada tanggal 24 September 1980 yang kemudian ditetapkan menjadi hari jadi AKLI.

Fungsi dan Peranan AKLI

Dalam kehadirannya di tengah masyarakat, AKLI memiliki fungsi dan peranan diantaranya:

  • Sebagai mitra pemerintah serta para pelaku aktifitas ekonomi dalam hal ketenagalistrikan.
  • Sebagai penyedia dan penyalur tenaga listrik dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat akan listrik.
  • Sebagai mitra usaha yang memegang etika bisnis dalam sektor ketenagalistrikan.
  • Sebagai mitra masyarakat dalam hal jasa pekerjaan pemasangan instalasi tenaga listrik yang andal, aman, serta ramah lingkungan.
  • Menjadi pelaku usaha ketenagalistrikan yang memiliki daya saing baik lokal maupun internasional.

Perkembangan AKLI

AKLI telah menjadi bagian dari perkembangan kelistrikan di Indonesia melalui pembangunan proyek kelistrikan sejak progran PELITA I hingga PELITA IV.

saat awal berdirinya, akli telah memiliki 828 anggota dan terhitung hingga tahun 2004 AKLI telah memiliki anggota sebanyak kurang lebih lima ribu perusahaan.

Berdasarkan Kualifikasinya, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam AKLI terdiri dari berbagai macam kualifikasi, diantaranya adalah :

  • Anggota dengan kualifikasi K3 dengan nilai pekerjaan sampai dengan 100 juta sebanyak 661 perusahaan.
  • Anggota dengan kualifikasi K2 dengan nilai pekerjaan sampai dengan 400 juta sebanyak 1816 perusahaan.
  • Anggota dengan kualifikasi K1 dengan nilai pekerjaan sampai dengan 1 Milyar sebanyak 325 perusahaan.
  • Anggota dengan kualifikasi M2 dengan nilai pekerjaan sampai dengan 3 Milyar sebanyak 140 perusahaan.
  • Anggota dengan kualifikasi M1 dengan nilai pekerjaan sampai dengan 10 Milyar sebanyak 69 perusahaan.
  • Anggota dengan kualifikasi B dengan nilai pekerjaan diatas 10 Milyar sebanyak 53 perusahaan.

Sedangkan berdasarkan golongan penanggung Jawab Teknik (PJT), AKLI memiliki anggota dengan rincian PJT sebagai berikut:

  • Anggota dengan PJT Golongan A untuk pekerjaan instalasi hingga 24 kVA sebanyak 882 perusahaan.
  • Anggota dengan PJT Golongan B untuk pekerjaan instalasi hingga 99 kVA sebanyak 828 perusahaan.
  • Anggota dengan PJT Golongan C untuk pekerjaan instalasi jaringan tegangan rendah dan menegah, serta sambungan tegangan menengah dan pembangkit hingga 500kW sebanyak 1158 perusahaan.
  • Anggota dengan PJT Golongan D untuk semua jenis pekerjaan kelistrikan sebanyak 232 perusahaan.

***

Itulah ulasan singkat mengeniai Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI). Untuk lebih lengkpanya anda dapat berkunjung ke website resmi AKLI. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih.

sumber : akli.org

Leave a Comment