Ragam Jenis Alat Pembayaran Internasional Serta Ragam Cara Pembayarannya

Alat pembayaran internasional – Aktifitas perdagangan internasional yang terus meningkat dan menjangkau hampir seluruh negara di dunia saat ini telah menghasilkan berbagai macam jenis transaksi antar penjual dan pembeli di belahan dunia yang berbeda.

Adanya perbedaan geografis antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional menjadi masalah tersendiri yang harus di selesaikan secara bersama. Khususnya dalam masalah jenis pembayaran serta cara pembayarannya.

Oleh karena itu maka lahirlah kesepakatan bersama mengenai bentuk atau jenis-jenis pembayaran yang dapat digunakan secara global yang tentunya menjadi alat pembayaran internasional.

Alat Pembayaran Internasional

alat pembayaran internasional
alat pembayaran Internasional via Pixabay.com

Alat Pembayaran Internasional merupakan bentuk-bentuk pembayaran yang digunakan dalam transaksi perdagangan global dan diakui secara internasional.

Alat pembayaran yang telah disepakati secara global ini dapat berupa uang, atau bentuk-bentuk lainnya.

Jenis-Jenis Alat Pembayaran Internasional

Berikut beberapa jenis alat pembayaran internasional yang dapat digunakan dalam aktifitas perdagangan antar negara.

1. Devisa

Devisa adalah segala macam bentuk barang yang memiliki nilai serta dapat dijadikan sebagai alat pembayaran khususnya dalam perdagangan internasional.

Devisa sendiri dapat berupa mata uang asing baik yang masih berupa simpanan di bank atau dalam bentuk cash (tunai), emas, dokumen-dokumen berharga, dll, yang dapat diterima secara internasional.

Devisa digolongkan menjadi tiga macam golongan yakni devisa yang sedang dikreditkan ke bank dan dapat digunakan, devisa yang sedang dalam proses penagihan sehingga harus menunggu beberapa saat untuk kemudian dapat di gunakan, serta devisa dalam bentuk uang tunai.

2. Alat Pembayaran Internasional – Valuta Asing

Valuta Asing atau Valas adalah suatu bentuk mata uang dari negara-negara tertentu yang telah diakui dan dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan pembayaran saat melakukan transaksi Internasional. Secara umum, valuta asing merupakan bagian dari devisa suatu negara.

Jenis mata uang yang digunakan dalam valuta asing umumnya merupakan jenis mata uang yang temasuk dalam Hard Cyrrency seperti Dollar Amerika (US$).

Hard Currency sendiri adalah jenis mata uang yang dijadikan kesatuan hitungan dalam sebuah transaksi antar negara serta selalu dipakai sebagai alat bayar.

Singkatnya, hard Currency merupakan jenis mata uang yang dapat diterima oleh hampir keseluruhan negara didunia.

Mata uang yang termasuk dalam kategori Hard Currency umumnya dimiliki oleh negara-negara dengan kondisi perekonomian yang kuat dengan fluktuasi mata uang yang terbilang cukup stabil bahkan sering mengalami kenaikan nilai tukar.

Adapun negara-negara dengan kurs mata uang yang termasuk dalam Hard Currency adalah Amerika Serikat dengan mata uang USD, Inggris dengan Poundsterling, Perancis dan Swiss dengan mata uang Franc, Jepang dengan mata uang Yen, Jerman dengan mata uang Deutche Mark, kanada Canadian Dollar, serta mata uang Uni Eropa.

3. Kartu Kredit

kartu kredit sebagai alat pembayaran internasional
kartu kredit via pixabay.com

Transaksi internasional juga dapat dilakukan dengan menggunakan pembayaran berupa kartu kredit. Penggunaan kartu kerdit dalam dunia perdagangan internasional mulai berkembang seiring maraknya bisnis E-Commerce di dunia.

Cakupan layanan internet yang telah mencapai hampir seluruh penjuru dunia menjadikan penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran internasional menjadi pilihan banyak orang dalam bertransaksi.

Oleh karenanya pihak bank pun sebagai penerbit kartu kredit juga menawarkan berbagai ragam pilihan kartu kredit bersama kemudahan-kemudahan dalam memilikinya serta dapat digunakan diseluruh dunia sepert MasterCard dan Visa.

4. Ceque (Cek)

Alat pembayaran transaksi internasional yang lainnya adalah ceque atau cek. Pembayaran dengan menggunakan cek dapat dilakukan dengan cara pihak pembeli mengirimkan cek dengan nominal tertentu kepada pihak penjual sebagai bayaran.

Pemberian cek sebaiknya dilakukan melalui bank yang sama guna memudahkan pencairan cek yang dikirimkan.

5. Alat Pembayaran Internasional – Emas

pemilihan emas sebagai alat bayar dalam suatu transaksi antar negara biasanya bertujuan untuk menghindari kerugian akibat inflasi atau perubahan nilai mata uang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Biasanya, penggunaan emas sebagai alat bayar digunakan pada tansaksi-transaksi terhadap suatu objek atau barang dengan nilai yang terbilang tinggi.

*****

Itulah beberapa bentuk alat pembayaran internasional yang dapat digunakan dalam aktifitas transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan ragam cara pembayaran yang dapat digunakan dalam transaksi global.

Ragam Cara Pembayaran Dalam Transaksi Global

jenis-jenis pembayaran internasional
cara pembayaran internasional via pixabay.com

Selain alat pembayaran yang beraneaka ragam, cara pembayaran dalam transaksi perdagangan internasional juga dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Berikut beberapa cara-cara pembayaran yang dapat digunakan dalam aktifitas perdagangan global:

1. Pembayaran Tunai

Cara pembayaran yang pertama adalah pembayaran dalam bentuk tunai. Pembayaran ini dilakukan dengan memberikan uang secara tunai atau langsung dari pihak importir sebagai pembeli kepada pihak eksporti sebagai penjual berdasarkan dengan jumlah serta penggunaan mata uang yang disepakati bersama sebagai alat pembayaran internasional yang resmi.

2. Sistem Pembayaran Via Telegram

Sistem atau cara pembayaran melalui telegram ini biasa juga disebut Telegraphic Transfer. Cara pembayaran ini dilakukan dengan menggunaka cek sebagai alat pembayarannya yang kemudia diteruskan dengna menggunakan Telegram kepada pihak penjual.

Sistem pembayaran ini biasanya dilakukan melalui bank lokal yang akan melakukan pembayaran via telegram kepada para supplier atau penjual yang berada di luar negeri dengan menggunakan dana dari rekening nasabah yang mengorder.

3. Pembayaran Melalui Wesel

Cara pembayaran selanjutnya adalah melaui wesel yang juga dilakukan melalui bank. Pembayaran ini dilakukan melalui surat permintaan atau perintah pembayaran kepada pembeli (Eksportir) yang dikeluarkan oleh bank lokal kepada pihak bank di luar negeri berdasarkan negara pengekspor berdasarkan rincian yang tertulis didalam wesel yang diterbitkan.

4. Sistem Pembayaran Melalui Letter Of Credit (LC)

Sistem pembayaran letter of Credit merupakan sistem pembayaran yang juga dapat difasilitasi oleh pihak Bank dimana pihak bank berperan sebagai penjamin dalam suatu proses transaksi antara pembeli dan penjual.

Munculnya pembayaran melalui Letter of Credit ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan jarak antara pihak pengimpor sebagai pembeli dan pihak pengekspor sebagai penjual.

Tidak adanya jamina pembayaran terhadap barang yang akan dikirim oleh pihak eksportir menjadikan pihak eksportir tidak berani mengambil resiko, begitupula pihak pembeli atau importir tidak berani mengambil resiko dengan mengirimkan dananya terlebih dahulu tanpa ada jaminan pengiriman barang.

Oleh karenanya pada permasalan tersebut pihak bank hadir sebagai penjamin dalam transaksi tersebut dengan mengeluarkan Letter Of Credit sebagai jaminan baik terhadap barang maupun terhadap pembayaran.

Jenis-Jenis Letter of Credit

Letter of kredit sendiri terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan menurut sistem transaksinya. Diantaranya adalah:

  • Letter Of Credit Biasa
    • Letter of Credit biasa adalah jenis LC yang paling standar yakni pembayaran dilakukan oleh bank berdasarkan dengan jumlah harga yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli.
  • Letter Of Credit Merchant
    • Sistem kerja Merchant LC yakni dengan menangguhkan pembayaran hingga barang yang merupakan objek jual beli diterima oleh pihak pembeli. Namun, Jenis LC yang satu ini pada dasarnya sudah tidak digunakan lagi sejak dahulu.
  • Letter Of Credit Red Clouse
    • Sistem pembayaran yang dilakukan pada Red Clouse LC ini adalah sitem bayar sebagian. Yakni pihak bank akan membayar sebagian dari total jumlah pembayaran yang disepakati sebelum dilakukannya pengapalan terhadap produk yang akan di kirim.
  • LC untuk Industrial
    • LC yang satu ini hanya dikhususkan untuk pruduk industri dan tidak berlaku untuk barang-barang konsumsi.

5. Cara Pembayaran Konsinyasi

Sistem konsinyasi pada dasarnya merupakan sistem titip jual dimana barang dari eksportir diberikan kepada pihak importir untuk kemudian di jualkan di pasar lokal. Pembayaran kepada pihak eksportir atas barang tersebut akan diberikan setelah barang laku terjual dengan menggunakan alat – alat pembayaran Internasional.

Pembayaran dengan sistem konsinyasi ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang telah saling percaya satu sama lain atau telah melakukan kerjasama bisnis dalam waktu yang lama.

6. Pembayaran Dengan Cara Advace Paymet

Sistem pembayaran Advance Payment adalah kebalikan dari sistem pembayaran konsinyasi. Pada sistem Advace paymet, pembayaran dilakukan didepan yakni pihak importir mengirimkan pembayaran barang kepada pihak eksportir sebelum barang di kirimkan.


Itula ulasang singkat mengenai jenis-jenis alat pembayaran internasional serta ragam cara pembayaran yang dapat digunakan dalam aktifitas perdagangan Internasional.

Leave a Comment