Kenali 2 Cara Penentuan Biaya Jasa Arsitek Yang Paling Umum Digunakan

penarifan harga jasa arsitek
Biaya jasa arsitek

Biaya Jasa Arsitek – Dalam membangun sebuah rumah yang memenuhi kriteria layak huni yakni rumah yang sehat, aman, dan nyaman maka diperlukan sebuah perencaan bangunan yang matang.

Perencanaan pembangunan sebuah hunian yang baik umumnya diserahkan kepada para arsitek yang memiliki kompetensi pada bidang perencanaan bangunan.

Dengan menggunakan bantuan arsitek maka perencanaan pembangunan sebuah hunian dapat di rancang dengan matang baik dari segi desain, pengoptimalan fungsi, hingga dalam hal efisiensi anggaran.

Akan tetapi, fakta dilapangan memperlihatkan bahwa masih banyak masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa menggunakan bantuan arsitek sehingga kebanyakan dari bangunan yang berdiri tidak berfungsi maksimal.

Salah satu penyebab utama kurangnya masyarakat yang menggunakan jasa aristik adalah karena kebanyakan masyarakat tidak memiliki pengetahuan terkait kisaran biaya jasa arsitek yang kebanyakan menurut perkiraan mereka pastilah sangat mahal.

Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini kita akan membahas bagaimana cara penetapan biaya jasa arsitek yang umumnya digunakan dalam dunia arsitek.

Biaya Jasa Arsitek

Sebelum memutuskan untuk membangun dengan menggunakan keahlian seorang arsitek anda dapat menghitung perkiraan biaya jasa arsitek terlebih dahulu.

Secara umum, penetapan biaya jasa arsitek ditetapkan dengan dua cara yakni melalui perhitungan per meter persegi dan melalui persentase rancangan anggaran bangungan.

Perhitungan Jasa Arsitek Berdasarkan Ukuran Bangunan

perhitungan biaya jasa arsitek berdasarkan luas bangunan
Perhitungan tarif jasa arsitek via pxhere.com

Sistem perhitungan biaya jasa arsitek yang pertama adalah melalui perhitungan luas bangunan. Perhitungan luas bangunan biasanya dilihat dari hasil rancangan atau gambar yang dibuat oleh arsitek.

Berdasarkan gambar tersebut maka dapat diketahui total luas bangunan yang dirancang. Total luas bangunan kemudian dikalikan dengan biaya per meter yang dipatok oleh arsitek.

Umumnya, harga perhitungan permeter yang ditetapkan oleh arsitek berkisar antara 100 ribu/m2 sampai 700 ribu/m2.

Namun harga tersebut tidaklah baku sebab ada juga arsitek yang menetapkan harga dibawah harga minimal bahkan ada juga yang menetapkan harga permeternya diatas harga maksimal.

Perbedaan penetapan harga tersebut biasanya ditetapkan bedasarkan jam terbang, pengalaman, serta nama besar desainernya.

Contoh biaya jasa arsitek untuk bangunan dengan luas 10 x 6. Jika bangunan yang digambar memiliki diameter 10×6 maka total luasnya adalah 60m2.

Jika pihak arsitek menetapkan harga per meter perseginya 100 ribu maka biaya jasa arsteknya adalah 60 x 100 ribu = 6 juta.

Itulah contoh perhitungan jasa aristek yang dihitung berdasarkan luas bangunan.

Perhitungan Biaya Jasa Arsitek Berdasarkan Persentasi Rancangan Anggaran Bangunan

tarif arsitek
Biaya jasa arsitek berdasarkan ARB via pixabay.com

Cara lain yang juga umum digunakan dalam penentuan biaya jasa arsitek adalah berdasarkan besaran rancangan anggaran bangunan.

Penetapan besaran tarif dihitung berdasarkan persentase dari jumlah total anggaran dimana besaran persentase dibedakan berdasarkan kategori kepemilikan bangunan serta fungsinya.

Perhitungan tersebut mengacu pada tabel perhitungan jasa arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Berikut tabelnya.

tabel biaya jasa arsitek
Biaya jasa arsitek berdasarkan rancangan anggaran bangunan.

Penjelasan Tabel

Kategori Bangunan

Kategori bangunan dibagi menjadi 5 jenis kategori yakni bangunan khusus, bangunan sosial, kategori 1, kategori 2, dan kategori 3.

1. Kategori Bangunan Khusus

kategori bangunan khusus adalah bangunan-bangunan yang digunakan, dimilik, serta dibiayai oleh pihak pemerintah sebagai mana yang tertulis dalam pedoman teknis pembangunan gedung negara.

2. Kategori Bangunan Sosial

Kategori bangunan sosial mencakup bangunan-bangunan yang ditujukan untuk sosial bukan untuk kegiatan-kegiatan komersil dengan ketentuan

Untuk bangunan berupa tempat ibadah (masjid, gereja, vihara, serta bangunan tempat ibadah lainnya  ), gedung panti asuhan, gedung pelayanan masyarakat luas maksimal bangunan adalah 250 meter persegi.

Untuk bangunan sosial yang ditujukan sebagai hunian atau rumah tinggal ukuran maksimalnya adalah 36 meter persegi.

3. Bangunan Kategori 1

Bangunan yang termasuk kategori 1 adalah bangunanan dengan karakteristik sederhana dengan tingkat kesulitan yang rendah. Diatara bangunan yang termasuk kategri 1 adalah asrama, hostel, gudang, bengkel, tempat parkir, serta bangunan-bangunan yang tidak bertingkat.

4. Bangunan Kategori 2

Bangunan yang termasuk dalam kategori 2 adalah bangunan-bangunan yang memiliki karaker, kompleksitas, serta tingakat kesulitan menengah.

Diantara bangunan-bangunan yang termasuk kategori 2 adalah kondominium, apartemen, perumahan, pabrik, gedung pendingin, gardu listrik, gedung parkiran bertingkat, kafe dan sejenisnya, kantor, ruko/rukan, pasar, stasiun, auditorium, bioskop, ruang konferensi, ruang pameran, super blok, rang serbaguna, kantor pelayanan umum, perpustakaan, klinik, sekolad, gor, gimnasium,stadion, kolam renang, taman umum, dll.

5. Bangunan Kategori 3

Bangunan katergori tiga adalah jenis bangunan dengan kompleksitas, karakter, serta tingkat kesulitan diatas rata-rata.

Adapun jenis-jenis bangunan yang termasuk dalam gedung kategori 3 diantaranya adalah rumah privat, hotel, bandara, ruang konser, galeri, istana, monumen, ruang konser, rumah sakit, sanatorium, laboratorium, pusat riset, kampus, tempat ibada dengan luas idatas 250 meterp persegi, dll.

Contoh perhitungan biaya jasa arsitek berdasarkan rancangan anggaran pembangunan.

Jika rumah yang di bangun memiliki rancangan anggaran pembangungunan berada pada kisaran 190 juta maka jumlah persentasi tari adalah 6.50% yakni 12.3 juta.

Jika rancangan anggaran biaya untuk sebuah rumah sebasar 2 milyar, maka tarif jasa arsiteknya adalah sebesar 5.41 % yakni sekitar 100 jt.

****

Itulah dua macam sistem perhitungan tarif jasa arsitek yang umum digunakan oleh para penyedia jasa arsitektur.

Namun diluar dari perhitungan diatas, anda dapat melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga yang disepakati besama.

Leave a Comment