Dermaga Kayu Bangkoa – Gerbang Menuju Keindahan Pulau Spermonde yang Indah dan Memilukan

Berkunjung ke kota Makassar kurang sempurna rasanya jika tidak mengunjungi beberapa pulau-pulau kecil nan cantik di sekitar kota yang sangat sayang jika dilewatkan.

Pulau Samalona, pulau Kayangan, dan pulau Lae-Lae adalah beberapa pulau yang familiar dan banyak dikunjungi saat musim libur tiba.

Namun tak hanya ketiga pulau tersebut, pada dasarnya ada banyak pulau-pulau eksotis yang berjejer di sekitar kota Makassar yang termasuk dalam gugusan pulau spermonde.

Berkunjung ke pulau-pulau eksotis di sekitar kota Makassar tersebut dapat melalui salah satu dari beberapa dermaga tradisional yang berada di kota Makassar. Salah Satu yang paling banyak dikunjungi adalah sebuah dermaga bernama Kayu Bangkoa.

Dermaga Kayu Bangkoa

suasana dermaga kayu bangkoa
Kayu Bangkoa via instagram.com/finafldzh

Dermaga Kayu Bangkoa adalah salah satu dermaga kapal tradisional yang masih aktif hingga saat ini.

Dermaga dermaga ini terletak tak jauh dari Pantai Losari, tepatnya di daerah Bulogading, Kec. Ujung Pandang Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Nama Kayu Bangkoa sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti kayu Bakau.

Konon Kabarnya, dahulu di sekitar dermaga ini terdapat banyak berserakan kayu Bakau yang terbawa arus laut dimana kayu-kayu tersebut banyak diambil warga untuk yang dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Dermaga Kayu Bngkoa sendiri telah beroperasi sejak tahun 1970 sehingga dapat dikatakan dermaga ini merupakan salah satu fasilitas publik tertua yang dimiliki kota Makassar.

Dermaga ini terbilang cukup populer di jamannya sebab menjadi labuhan bagi para warga penghuni pulau-pulau sekitar makassar jika ingin berkunjung ke kota Makassar yang umumnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Berkunjung Ke Dermaga Kayu Bangkoa

kunjungan dermaga kayu bangkoa
berkunjung ke dermaga kayu bangkoa via facebook.com/syb.mks

Pada dasarnya tidaklah sulit mengetahui lokasi pelabuhan yang satu ini. Namun tidak sedikit dari mereka yang belum pernah berkunjung ke tempat ini sering kali terlewat saat mencari lokasi pasti dermaga ini.

Hal tersebut dikarenakan lokasi dermaga yang satu ini berada di sekitar wilayah pusat kota yang telah dipadati gedung-gedung bertingkat.

Kurangnya penanda serta Masifnya pembangunan gedung-gedung bertingkat di sekitar dermaga menjadikan dermaga ini sedikit tertutupi dan kurang terlihat dengan jelas.

Bagi anda yang belum pernah berkunjung ke tempat ini, anda dapat menjadikan Hotel Pantai Gapura dan Makassar Golden Hotel sebagai penanda dimana lokasi dermaga tersebut berada dekat dari kedua hotel ini.

Jika anda memperhatikan dengan teliti, tak jauh dari hotel tersebut terdapat sebuah gerbang yang dengan tulisan “Cafe Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa” anda dapat masuk kedalamnya.

Aktivitas Dermaga Kayu Bangkoa

kegiatan di dermaga kayu bangkoa
Aktifitas Dermaga Kayu Bangkoa via instagram.com/brainkarma

Memasuki gerbang Dermaga anda akan disuguhkan dengan deretan kapal-kapal nelayan tradisional yang bersandar di sekitar dermaga. Tidak ketinggalan juga deretan warung-warung kecil yang menyediakan kebutuhan dasar wisatawan yang ingin mengunjungi berkunjung ke pulau-pulau sekitar.

Sehari-hari, aktivitas di pelabuhan ini masih terbilang ramai. Terdapat berbagai macam jenis kapal tradisional yang bersandar di tempat ini.

Diantara kapal-kapal yang beraktifitas di dermaga ini diantaranya adalah kapal barang, kapal penangkap ikan, hingga kapal penumpang yang mengangkut masyarakat pulau hingga wisatawan terdapat disini.

Mendekati akhir pekan, aktivitas dermaga menjadi semakin ramai khususnya oleh para wisatawan-wisatawan yang ingin mengunjungi pulau-pulau di sekitar kota Makassar.

Di akhir pekan anda akan mendapatkan banyak kapal-kapal kayu yang berukuran sedikit lebih besar bersandar di dermaga ini guna mengangkut penumpang atau wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau-pulau yang jaraknya agak jauh dari kota seperti pulau Barrang lompo, Barrang Caddi, dan pulau Kodingareng dengan jarak tempuh 30 hingga satu jam dari dermaga bahkan ada yang lebih.

Sedangkan kapal-kapal kecil akan mengangkut penumpang yang ingin berkunjung ke pulau kecil dengan rute dekat seperti pulau Samalona, Kayangan, dan Lae-Lae dengan jarak tempuh 10 hingga 15 menit dari dermaga.

Kondisi “Miris” Dermaga Kayu Bangkoa

Perkembangan teknologi menjadikan keindahan pulau-pulau di sekitar kota Makassar semakin terekspos di publik. Dampaknya, keinginan masyarakat untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut semakin tinggi.

Hal tersebut menjadikan kunjungan wisatawan ke dermaga Kayu Bangkoa sebagai salah satu gerbang ke pulau-pulau spermonde tersebut semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Sayangnya, hal tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran pemerintah serta masyarakat akan pentingnya dermaga tersebut.

Masalah kebersihan serta minimnya fasilitas penunjang merupakan permasalahan utama yang harus diperhatikan di dermaga ini.

Banyaknya sampah yang berserakan di sekitar dermaga menjadi cerminan perilaku buruk warga sekitar yang masih sering membuang sampah ke laut masih besar.

Oleh karenanya, selain disuguhkan dengan ragam kapal tradisional, para pengunjung dermaga utamanya para wisatawan baik lokal maupun mancanegara juga disuguhkan dengan pemandangan sampah yang merupakan limbah rumah tangga.

Mirisnya lagi, sampah-sampah tersebut didominasi dengan sampah-sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk terurai yang otomatis akan mengganggu kehidupan ekosistem laut sekitar dermaga.

Semoga kelak permasalahan kebersihan serta minimnya fasilitas dapat ditanggulangi baik melalui pemerintah maupun kesadaran masyarakat.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Dermaga Tradisional Kayu Bangkoa. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih.

Leave a Comment