Eksportir Adalah Mereka Para Pelaku Ekspor. Simak Langkah Kerjanya Disini [Lengkap]

Ekspor adalah salah satu aktifitas dalam dalam dunia perdagangan antar negara, sedangkan Eksportir adalah mereka para pelaku aktifitas ekspor tersebut.

Pernakah anda berfikiran untuk mengambil bagian dari aktifitas eksport dunia dengan menjadi eksportir? Tahukah anda bagaimana cara kerja para eksportir? Yuk berikut ulasannya.

Eksportir

Eksportir adalah orang-orang atau instansi yang menjalankan kegiatan pengiriman barang ke luar wilayah kepabeanan suatu negara (ekspor) menuju negara lain serta telah terdaftar secara resmi pada instansi pemerintahan urusan perdagangan.

Bagaimana Cara Menjadi Eksportir

bagaimana cara menjadi eksportir
menjadi eksportir via hoa.africom.mi

Untuk menjadi pelaku eksport atau eksportir maka seseorang atau instansi harus melakukan proses registrasi kepada pihak terkait yakni pemerintah setempat.

Setiap calon eksportir yang ingin mendaftarkan diri atau instansi agar terdaftar menjadi eksporti resmi, mereka harus melengkapi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Syarat Menjadi Eksportir

Berikut beberapa syarat-syarat menjadi eksportir yang harus dipenuhi untuk menjadi eksportir:

1. Berbadan Hukum

Syarat pertama untuk menjadi eksportir adalah sebuah perusahaan atau organisasi harus memiliki badan hukum yang jelas dan dibuktikan dengan legalitas yang sah. Badan huku yang dimaksud dapat berupa CV, Firma, PT, Persero, dll.

2. Memiliki Nomor Wajib Pajak

Aktifitas ekspor yang akan dilakukan oleh para importir adalah aktifitas-aktifitas yang sedikit banyaknya terkait dengan perpajakan.

Oleh karena itu setiap badan atau perusahaan yang akan menjadi importir diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

3. Memiliki Izin Yang dikeluarkan Oleh Instansi Terkait

Syarat selanjutnya untuk menjadi eksportir adalah memiliki izin terkait bidang usaha atau aktifitas yang dijalani dari pemerintah terkait.

Izin yang dimaksud disini dapat berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) untuk Jenis aktifitas di bidang usaha perdagangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan.

Untuk usaha dibidang industri maka harus memiliki Surat Izin Industri yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian, serta izin-izin yang lain terkait usaha masing-masing.

Klasifikasi Eksportir

Banyaknya pelaku serta luasnya cakupan aktifitas ekspor di perdagangan internasional menjadikan kegiatan ekspor menjadi beraneka ragam.

Eksportir sendiri diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni Eksportir Produsen dan Eksportir Non Produsen.

Eksportir Produsen

Eksportir produsen adalah perusahaan eksportir yang juga memporduksi barang. Artinya, perusahaan tersebut melakukan ekspor barang dimana barang tersebut adalah barang yang mereka produksi sendiri.

Eksportir Non Produsen

Eksportir non produsen adalah eksportir yang mengekspor atau mengirim barang miliki orang atau perusahaan lain. Eksportir non produsen dapat dikategorikan sebagai eksportir umum.

***

Untuk melakukan aktifitas ekspor maka Kedua jenis eksportir tersebut diharuskan telah memiliki NPWP, mendapatkan izin dari kementrian Peindustrian dan perdagangan serta telah memiliki izin industri.

Para eksportir produsen atau non produsen juga diwajibkan untuk melaporkan realisasi ekspor mereka setiap tiga bulan dalam bentuk Laporan Realisasi Ekspor kepada dinas perindustrian dan perdagangan.

Laporan tersebut juga diikuti dengan surat pernyataan bebas masalah. Surat pernyataan bebas masalah dari eksportir adalah surat pernyataan bebas dari masalah berupa tunggakan pajak, masalah kepabeanan, hingga masalah perbankan.

Gambaran Umum Prosedur Ekspor

bagaimana cara ekspor
prosedur ekspor via wikipedia.org

Menajalani transaksi jual beli antar negara tidaklah semudah belanja online yang umum dilakukan oleh kebanyakan orang belakangan ini.

Hal tersebut dikarenakan kegiatan jual beli yang dilakukan eksportir adalah kegiatan jual beli yang melibatkan dua negara dengan aturan perdagangan masing-masing.

Berikut gambaran besar prosedur ekspor yang dilakukan mulai dari pemesaanan oleh importir hingga pencarian pembayaran dari dari pihak bank.

  • Pihak penjual yang dalam hal ini adalah Eksporti menerima pesanan dari pihak pembeli yang dalam hal ini adalah Importir.
  • Setelah kesepakatan antara eksportir dan importir tercapai, maka pihak importir mengajukan Letter of credit kepada bank penjamin.
  • Selanjutnya pihak eksportir menerima LC dari advising bank yang merupakan kepanjangan tangan dari bank penerbit LC.
  • Pihak Eksportir menyiapkan pesanan Importir.
  • Setelah pesanan siap, selanjutnya pihak eksportir melakukan pemesanan ruang kapal guna kepentingan pengiriman pesanan ke negara tujuan.
  • Proses loading barang ke kapal.
  • Mengurus BL pada pihak pengirim.
  • Menyiapkan semua dokumen-dokumen terkait bukti-bukti pengiriman barang kemudian selanjutnya diberikan kepada Advising Bank dalam rangka pencairan pembayaran dari pihak importi.
  • Setelah barang tiba di negara tujuan advising bank mencairkan pembayaran barang kepada pihak eksportir.

Eksportir dan Kepabeanan

Kegiatan pengiriman barang ke luar negeri oleh eksportir adalah sebuah aktifitas ekonomi yang tidak luput dari urusan pajak dan kepabeanan.

Perhitungan Pajak Ekspor

Apabila barang yang diekspor termasuk jenis barang yang dikenakan pajak maka pihak eksportir adalah pihak yang harus menyelesaikan segala bentuk administrasi terkait perpajakan sebelum barang di masukkan ke kapal atau pesawat.

Besarnya nilai pajak suatu barang dihitung berdasarkan pada HPE (Harga Patokan Ekspor) yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui peraturan menteri perdagangan yang ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.

HPE sendiri dibuat berdasarkan pada harga rata-rata di pasar internasional atau berpatokan pada harga rata-rata di beberpa pelabuhan di Indonesia. Berikut cara perhitungan Pajak Ekspor:

Perhitungan pajak untuk barang yang dikenakan tarif berdasarkan persentase (Ad Valorem).

Pajak = TPE X HPE X Jumlah barang X Kurs

Sedangkan perhitungan pajak untuk barang yang dikenakan tarif spesifik (Ad Naturam).

Pajak = TPE X Jumlah Barang X Kurs

Ket:
TPE : Tarif Pajak Ekspor
HPE : Harga Patokan Ekspor

Prosedur Kepabeanan

Setiap barang yang akan diekspor oleh eksportir adalah barang yang wajib dilaporkan ke kantor kepabeanan dalam bentuk dokumen PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang).

Registrasi Pemberitahuan Ekspor Barang harus disertai dengan Nomor Induk Perusahaan serta dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Pelaporan PEB dilakukan selambat-lambarnya sebelum barang memasuki kawasan kepabeanan.

Adapun dokumen-dokum yang harus dilampirkan diantaranya adalah;

  • Packing List dan Invoice
  • Bukti pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)
  • Untuk barang yang dikenai Bea Keluar harus melampirkan bukti pembayaran Bea Keluar.
  • Dokumen-dokumen dari instansi-instansi terkait.
  • Pelunasan Pajak Ekspor.
  • Pemeriksaan dokumen serta fisik barang.
  • Persetujuan serta pengangkutan barang menuju kapal yang akan mengangkut barang ke luar negri.

Tips Ekspor Untuk Eksportir Yang Baru Akan Memasuki Dunia Ekspor

tips menjadi eksportir
tips eksportir pemula via commonds.wikimedia.org

Bagi anda yang baru akan memasuki dunia eksportir ada beberapa hal yang sebaknya anda perhatikan untuk dapat bersaing dengan mereka-mereka yang ada didalam bisnis ekspor impor. Berikut tipsnya:

1. Kualitas Produk

Eksportir adalah penjual maka Kualtas produk adalah hal paling utama yang harus di perhatikan. Didalam perdagangan internasional ada banyak pedagang atau eksportir yang menjual produk serupa atau membuat produk yang serupa.

Untuk memenangkan persaingan maka perlu menempatkan kualitas produk sebagai prioritas utama.

2. Mengikuti Pameran di Dalam dan Luar Negri

Pameran adalah ajang promosi serta pembentukan citra produk ekspor anda. hal tersebut dikarenakan pada setiap pameran akan banyak buyer-buyer potensial yang hadir dalam pameran tersebut.

3. Membangun Website

Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli di dunia internasional dengan membangun website yang meyakinkan.
Hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi khusunya dunia internet saat ini.

Biasanya setelah melihat produk anda di event atau pemeran, calon buyer akan melakukan pencarian informasi mengenai produk dan perusahaan anda di internet.

4. Bergabung dalam Exportir binaan Pemerintah

Exportir adalah pelaku pasar Internasional oleh karena itu perlu untuk mengetahui informasi ter-update seputar pasar internasional.

Pemerintah memiliki banyak informasi ter update mengenai perkembangan ekspor impor di pasar internasional khususnya perubahan-perubahan terkait regulasi internasional.

Oleh karena itu menjadi eksportir binaan pemerintah akan memudahkan anda untuk memperoleh informasi-informasi tersebut.


Demikianlah informasi mengenai eksportir, semoga dapat menambah pengetahuan anda.

Leave a Comment