4 fakta muslim Uighur – Warga China yang Bukan “China”

Berbicara tentang kecantikan, banyak diantara kita yang akan mengaitkannya dengan keturunan, suku, hingga ras.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa di dunia ini tersebar ratusan hingga ribuan suku yang berbeda-beda.
Bahkan di Indonesia sendiri, terdapat berbagai jenis suku yang berbeda-beda yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Dari perbedaan tersebut menjadikan setiap suku memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah mengenai paras dari kaum hawanya.

Tidak sedikit dari suku-suku yang tersebar di seluruh dunia memiliki ciri khas yang menonjol dari sisi kecantikan kaum wanitanya. Salah satunya adalah suku Uighur yang terletak di wilayah Xinjiang China.

Suku ini terkenal dengan paras cantik dari mayoritas kaum wanita di suku tersebut. Hal tersebut menjadikan daya tarik khusus dari suku ini dimata dunia.

Kisa kecantikan wanita-wanita Uighur telah menjadi pembicaraan dunia sejak dahulu. Tidak salah jika banyak media kemudian meliput keunikan-keunikan yang mereka miliki.

Namun meskipun begitu, tak banyak yang tahu kepedihan hidup yang mereka alami sejak dahulu.

Berikut beberapa fakta-fakta mengenai suku Uighur yang perlu anda ketahui:

1. Paras yang Cantik Ala Eropa

wanita uighur
commons.wikimedia.org

Sebagaimana dijelaskan diatas tadi, wanita Uighur memang terkenal dengan parasnya yang cantik.

Paras cantik yang mereka miliki berbeda dengan paras wanita China pada umumnya. Hal tersebut dikarenakan nenek moyang mereka tidak sepenuhnya dari China melainkan mereka merupakan gabungan dari asia dan eropa.

Kecantikan mereka semakin tertampak dengan keunikan warna bola mata yang mereka miliki.

Berbeda dengan orang pada umumnya, keindahan mata mereka ternampak dari warnanya yang berwarna coklat kehijau-hiajuan.

Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang dilahirkan dengan rambut berwarna pirang yang menjadikan mereka semakin berbeda dengan gadis-gadis Asia lainnya.

2. Warga China yang Bukan “China”

etnis uighur bukan china
wikipedia.org

Meskupun secara administratif berada di wilayah Xinjiang China, Suku Uighur sejatinya bukanlah China.

Dilihat dari akar sejarah, Suku Uighur sejatinya berasal dari wilayah Eropa. Hal tersebut juga jelas terlihat dari bentuk fisik mereka yang sangat jauh berbeda dengan bentuk fisik masyarakat China pada umumnya.

Selain berbeda dari bentuk fisik, masyarakat Uighur juga tidak menjalankan budaya China. Bahkan mereka memiliki budaya khusus sendiri yang mereka warisi dari nenek moyang mereka.

3. Mayoritas Muslim Vs Anti Agama

komunitas islam Uighur
pixabay.com

Suku Uighur kebanyakan memeluk agama Islam yang berbeda dengan masyarakat China yg pada umumnya berideolgi komunis yang anti agama.

Hal tersebut berakibat pada perlakuan pemerintah yang sangat buruk terhadap masyarakat Uighur.

Hal tersebut telah berlangsung sejak lama. Bahkan belakangan ini China kembali menjadi sorotan dunia mengenai perlakuan keji mereka terhadap suku Uighur China.

Perlakuan tersebut tidak lepas dari permasalan keyakinan yang mereka peluk.

Bahkan pada bulan ramadhan lalu dikabarkan bahwa pemerintah China mengeluarkan aturan larangan berpuasa kepada masyarakat muslim Uighur.

Selain permasalahan diatas, dahulu pemerintah China juga pernah mengeluarkan larangan bagi masyarakat di komunitas Uighur untuk membangun Masjid dan Madrasah.

Hal tersebut terjadi pada tahun 1990 yang menyebabkan terjadinya protes yang berujung konflik antara masyarakat Uighur dan pemerintah China.

Kesewenang-wenangan pemerintah China terhadap masyarakat Uighur tidak hanya terhadap masalah keyakinan saja.

Masyarakat Uighur juga dipersulit dalam hal birokrasi. Salah satunya adalah dalam hal pembuatan passport bagi mereka yang ingin melaksanakan ibadah haji.

Dalam kesehariannya, masyarakat Uighur sangan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Berbeda dengan masyarakat dari suku-suku lainnya yang bertetangga dengan mereka seperti suku Han, dll.

Oleh karena tekanan-tekanan tersebut, masyarakat dari suku Uighur masih terus memperjuangkan kemerdekaannya hingga kini. Semoga Allah melindungi mereka.

4. Saudara Jauh Turki

muslim uighur dan turki
be.wikipedia.org

Dilihat dari akar sejarahnya, suku Uighur sangat identik dengan Turki.

Dari penelusuran sejarah ditemukan bahwa nenek moyang suku Uighur dahulu merupakan bagian dari turki yang kemudian mentap di wilayah Xinjiang China.

Oleh karana itu, meskipun bekebangsaan China, masyarakat Uighur memiliki ikatan yang kuat dengan turki.

Hal tesebut dapat dilihat dari aksi besar-besaran yang pernah dilakukan oleh masyarakat turki kepada pemerintah China atas perlakuannya terhada warga Uighur yang sewenang-wenang.

Selain masyarakat turki, pemerintah turki juga sangat sering melayangkan nota keberatan kepada pemerintah china yang selalu berbuat tidak adil kepada masyarakat Uighur.
Demikianlah beberapa fakta mengenai komunitas muslim Uighur China yang hingga saat ini terus berjuang untuk keluar dari penindasa China yang telah berlangsung begitu lama.
Kita doakan semoga setia usaha mereka menjadi ibadah bagi mereka dan selalu dalam lindungan Allah. Amin.

Leave a Comment