Haji Mabrur – Pengertian, Tanda-Tanda, dan Bagaimana Mengikhtiarkannya

Haji Mabrur – “Semoga menjadi haji yang mabrur” adalah ucapan bermakna doa yang selalu menyertai para calon jamaah haji yang menjalankan ibadah haji.

Menjadi haji yang mabrur
Haji mabrur via pixabay.com

Kata yang bermakna doa tersebut bukannya diucapkan tanpa alasan, sebab dalam dalam salah satu hadits Rasulullah Saw berkata

“…Haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga…”

Serta pada hadits lainnya yang berbunyi

” diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah salallahualaihi wasallam pernah ditanya mengenai amal apa yang paling utama? Beliau lalu menjawab “beriman kepada Allah”. Lalu beliau ditanya lagi: “lalu apa lagi?”. “Jihad di jalan Allah” jawab Nabi. “Lalu apa lagi?” beliau ditanya. “Haji Mabrur”.Ikhtiar menggapai haji yang mabrur “

Lantas apakah yang dimaksud dengan Haji Mabrur ? Atau bagaimana Haji yang mabrur itu?, Berikut penjelasannya.

Pengertian Haji Mabrur

Secara bahasa, haji mabrur terdiri dari dua kata yakni Haji dan Mabrur. Haji sendiri secara bahasa berarti sengaja atau bermaksud berkunjung ke tempat yang mulia yakni Makkah.

Sedangkan arti Mabrur dalam kamus bahasa Arab berarti baik atau tunduk yang menggambarkan sebuah sikap.

Secara makna haji mabrur dapat berarti haji yang diterimah, yang bersih dari dosa, dan yang dilakukan tanpa sifat ingin dipuji atau riya’.

Yang dimaksud haji yang diterima disini adalah ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT dalam kondisi apapun.

Adapun haji yang bersih dari dosa merujuk pada ibadah haji yang dilakukan dengan sempurna yang terbebas dari segala hal yang dapat mencederai kesempurnaan ibadah bahkan terhadap dosa yang terkecil.

Sedangkan haji yang dilakukan tanpa diiringi oleh sifat ingin dipuji adalah ibadah haji yang dilakukan tanpa ada unsur pamer yang tentunya dapat mencederai bahkan menghilangkan amal ibadah.

Ikhtiar Menggapai Haji yang Mabrur

Persiapan haji mabrur
Ikhtiar Menggapai Haji yang Mabrur via pixabay.com

Haji yang mabrur adalah hak Allah untuk disematkan kepada hambanya yang ia kehendaki. Meskipun segala keputusan diterima atau tidaknya ibadah adalah sepenuhnya hak Allah akan tetapi mengusahakannya adalah ibadah yang bergambar pahala dari Allah.

Oleh karenanya, ada baiknya jika sebelum melaksanakan ibadah haji setiap jamaah hendaklah mempersiapkan diri guna memaksimalkan ibadah dalam rangka ikhtiar menggapai keberkahan ibadah haji dari Allah SWT menjadi haji yang mabrur.

Apa saja persiapan-persiapan yang baiknya dilakukan dalam rangka memaksimalkan ibadah haji yang akan dilakukan oleh para jamaah? Berikut penjelasannya.

Persiapan Pemahaman

Hal pertama yang harus dipersiapkan oleh setiap jamaah adalah hal-hal terkait pemahaman agama dan khususnya dalam hal ini terkait dengan ibadah haji.

Untuk pemahaman terkait ibadah haji sendiri biasanya dilaksanakan dalam kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh para penyedia layanan haji.

Pemahaman-pemahaman ibadah haji meliputi segala persyaratan, rukun, serta wajib haji harus diketahui dengan jelas, serta pemahaman-pemahaman terkait ibadah-ibadah Sunnah saat menjalankan ibadah haji.

Membersihkan Diri dan Harta

Persiapan selanjutnya yang perlu di lakukan oleh calon jamaah adalah persiapan-persiapan terkait kesediaan jiwa seperti menghilangkan segala sifat-sifat sombong, riya’, dengki, dll yang masih tertinggal dalam diri.

Dan tak lupa pula untuk membersihkan harta yang digunakan dalam rangka menunjang ibadah haji telah bersih dari segal hal-hal yang dapat mencederai kehalalannya. Seperti uang korupsi, uang curian, dll.

Memperbanyak amalan-amalan ibadah

Persiapan diri demi menggapai haji yang mabrur yang juga tak kala penting adalah dengan memperbanyak atau meningkatkan porsi ibadah guna memohon petunjuk kepada Allah dan membangun kebiasaan beribadah serta memohon perlindungan kepada Allah dari hal-hal yang dapat menjadi penyebab terhalangnya ibadah haji yang mabrur.

Bagaimana Tanda-Tanda Seorang Haji Mabrur

Tanda-tanda seorang haji yang mabrur
Tanda-tanda haji yang mabrur via pixabay.com

Seseorang yang ibadah hajinya diterima oleh Allah tentu akan membawa perubahan yang signifikan dalam dirinya. Hal tersebut dapat dirasakan sendiri serta dapat dirasakan dan dilihat oleh orang-orang di sekitarnya.

Mabrurnya haji seseorang dapat dilihat pada kehidupan sehari-harinya seperti:

  • Adanya peningkatan ibadah yang signifikan dari sebelumnya, sehingga hubungannya dengan tuhannya semakin dekat hari demi hari.
  • Mampu mengindari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Sebagaimana yang mereka dapatkan saat berhaji dimana terdapat berbagai larangan-larangan yang akhirnya dapat diimplementasikan setelah menjalani ibadah haji.
  • Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap dirinya dan kondisi sekitarnya serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi.
  • Munculnya rasa sensitif atau peka terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti perpecahan, perseteruan, dan berusaha mencari pemecahan masalahnya.
  • Bijak dalam menanggapi atau menyikapi segala perbedaan pendapat. Apabila terjadi perbedaan pendapat maka segera diselesaikan secara bijak.
  • Bila dia seorang pemimpin maka dia akan memimpin serta menetapkan segala sesuatu dengan se adil-adilnya tanpa ada yang terzolimi.
  • Selalu menjadi sikap serta menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat.

Itulah beberapa tanda-tanda haji mabrur yang dapat terlihat secara zhohir dalam kehidupan sehari-hari.


Demikianlah ulasan singkat terkaitHaji yang mabrur. Semoga kita semua mendapatkan kesempatan untuk dapat menjalankan ibadah haji serta amalan ibadah kita dapat diterima dengan sempurna. Terima kasih.

Leave a Comment