Ulasan lengkap Seputar Hak Atas Kekayaan Intelektual

Hak atas kekayaan Intelektual – Halo sobat Toriolo, akhir-akhir ini ramai banget yang membahas tentang debat capres dan cawapres kemarin pada tanggal 17 januari 2019.

Katanya bagus untuk disimak tapi satu sisi mengatakan debat kok kek gini. Pake kisi-kisi lah, ada yang buka google lah.

Nah kalo sobat toriolo gimana?, menarik nggak buat disimak?. Nah pada tanggal 17 kemarin salah satu temanya adalah tentang HAM, disini siapa sih yang tak tahu tentang apa itu HAM.

Tapi kalian tahu ngga kalo bukan cuman manusianya aja lo yang punya sebuah hak?, karya dari manusia itu juga ada haknya loh, nah ini di sebut Hak Kekayaan Intelektual.

Tanpa basi-basi lagi ayo kita bahas tentang HaKI ini.

Pengertian Hak Atas Kekayaan Intelektual

pengertian haki
thebluediamondgallery.com

Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya.

Menurut UU yang sebelumnya disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI merupakan hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang.

Juga bisa diartikan sebagai beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill).

Dengan begitu bahan utama dari HaKI ialah karya, ciptaan, hasil buah pikiran, atau intelektualita manusia.

Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut merupakan bentuk kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3).

Setiap manusia memiliki memiliki hak dalam melindungi karyanya atas karya hasil cipta, rasa dan karya setiap individu maupun kelompok.

Kita haruslah memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual agar menimbulkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi intelektual sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh setiap manusia,

Bagi anda yang ingin maju sebagai faktor pembentuk kemampuan daya saing dalam penciptaan Inovasi-inovasi yang kreatif.

Prinsip-prinsip dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual

haki
pxhere.com

Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip Ekonomi

Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang mempunyai manfaat serta nilai ekonomi yang akan memberi keuntungan kepada pemilik hak cipta.

2. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan adalah bentuk perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap karyanya.

3. Prinsip Kebudayaan

Prinsip kebudayaan adalah pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan kepada masyarakat, bangsa dan Negara.

4. Prinsip Sosial

Prinsip sosial adalah mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, dengannya hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya menjadi satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.

Dasar Hukumnya yang Berkaitan Dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual

dasar hukum hak atas kekayaan iteleketual
commons.wikimedia.org

1. Undang-Undang N0. 19/2002 diganti oleh UU No. 28/2014 Tentang Hak Cipta

Dasar hukum pertama tentang Hak atas Kekayaan Intelektual,

Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Pencipta, merupakan seorang atau kelompok yang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, dan keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Perlindungan Hak Cipta merupakan Perlindungan terhadap suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu kewajiban untuk bisa mendapatkan hak cipta.

Namun demikian, pencipta maupun pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan mendapat surat pendaftaran ciptaan yang bisa dijadikan sebagai alat bukti awal di Pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari kepada ciptaan tersebut.

Ciptaan Yang Dilindungi merupakan ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.

2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 Tentang Paten

Penjelasan kedua tentang dasar hukum Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak paten berikut penjelasannya :

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang dalam kurun waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Invensi merupakan ide inventor yang dituangkan kedalam beberapa kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, bisa berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Sedangkan Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara kelompok melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi.

Pemegang Paten merupakan inventor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak dari pemilik paten tersebut atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum paten.

Siklus Jangka Waktu Perlundungan Paten yaitu pertama paten diberikan perlindungan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.

3. Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Melangkah pada penjelasan ketiga perihal Hak Atas Kekayaan Intelektual, Undang-undang diatas beruhubungan erat dengan Merek terhadap sebuah produk.

Merek merupakan suatu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang mempunyai daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan atau jasa.

Merek Dagang merupakan merek yang dipakai pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau kelompok secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau kelompok secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenisnya

Merek Kolektif merupakan merek yang pakai pada barang dan jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan jasa sejenis lainnya.

Jangka Waktu Perlindungan Merek, Merek mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan bisa kapan saja diperpanjang untuk jangka waktu yang sama 10 (sepuluh) tahun.

Perlindungan merek terdaftar selama 10 (sepuluh) tahun akan berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan merek tersebut.

4. Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri

Hak Atas Kekayaan Intelektual selanjutnya adalah Desain Industri, berikut penjelasannya :

Desain Industri merupakan suatu kreasi bentuk, konfigurasi, dan komposisi garis atau warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi

Mampu memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat digunakan untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Jangka Waktu Perlindungan terhadap Hak Desain Industri diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak pertama tanggal penerimaan.

Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan sebagaimana dimaksud dicatat dalam Daftar Umum Desain Industri dan diumumkan pada sebuah Berita Resmi Desain Industri.

Ok guys itu tadi pembahasan tentang seputar HakI, mulai dari apa itu Hak Atas Kekayaan, Intelktual, sampai dengan Dasar hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual.
Semoga bermanfaat wassalam

Leave a Comment