Referensi Lengkap Seputar Hak Cipta, Hak Merek, dan Hak Paten

Hak Cipta, Hak Merek, dan Hak Paten – Membahas masalah HAKI adalah sebuah kewajiban, mengetahui pengertiannya, macam-macamnya dan segala hal tentang HAKI inI.

Hal ini sangatlah penting mengingat saat ini kita hidup didunia yang serba modern dan serba instan, bahkan karya seseorang pun dengan gampangnya kita bisa copy masuk dan kita jadikan sebagai milik kita.

Perlunya kita sebagai orang-orang yang paham akan hal ini adalah menyebar luaskan perihal informasi penting ini.

Jangan sampai mengcopy paste karya orang lain menjadi sebuah hal lumrah di Indonesia ini.

Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan mimin berikut ini tentang Hak Cipta, Hak merek dan Hak Paten.

Hak Cipta

hak cipta
pixabay.com

Baiklah guys kali ini kita akan membahas hal yang sangat krusial dikalangan penikmat social media sekarang ini.

Dengan hadirnya berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat para penggunanya dengan asik dan mudahnya mengcopy paste milik orang lain.

Padahal setiap karya orang adalah Hak milik mereka loh guys, yang artinya kita harus mencantumkan nama pencipta karya telah kita mabil tadi.

Apa itu hak cipta?

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum mengetahui apa itu hak cipta?.

Hak cipta ( copyright ), adalah sebuah hak eksklusif yang diberikan negara bagi pencipta suatu karya (misal karya seni untuk mengumumkan, memperbanyak, atau memberikan izin bagi orang lain untuk memperbanyak ciptaanya tanpa mengurangi hak pencipta sendiri.

Undang-Undang Hak Cipta

Di Indonesia sendiri segala hal tentang hak pencitaan diatur dalam Undang-undang Hak Cipta yang berlaku saat ini yaitu Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014.

Dalam undang-undang hak cipta tersebut, hak cipta dikatakan

“hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak agar mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin”.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta : Hak Cipta merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada Pencipta atau penerima hak.

Agar mereka mampu mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Pasal 1 ayat 1).

Ciptaan sendiri berarti sebagai hasil setiap karya pencipta yang menunjuk keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra (Pasal 1 ayat 3).

Berdasarkan undang-undang hak cipta diatas, maka setiap kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan hak cipa telah diatur oleh negara yang tertuang dalam undang-undang hak cipta.

Konsep Hak Cipta

Pada dasarnya, hak cipta di Indonesia mengenal dua konsep hak yaitu “hak ekonomi” dan “hak moral”.

Hak ekonomi adalah hak untuk menggunakan atau mendapatkan manfaat secara ekonomi atas suatu ciptaan.

Peraturan Perlindungan Hak Moral dalam Undang-undang Hak Cipta

Dalam undang-undang hak cipta, Perlindungan hak moral merupakan hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak bisa dihilangkan baik dengan alasan apa pun, walaupun hak tersebut telah dialihkan.

Berikut aturan Perlindungan terhadap hak moral bagi pencipta :

  • Tetap mencantumkan atau tidak mencatumkan namanya pada salinan terkait dengan pemakaian ciptaannya untuk umum;
  • Memakai nama aliasnya atau samarannya;
  • Mempertahankan haknya terhadap hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.

Sementara itu, ada perlindungan hak moral diberikan untuk mengubah ciptaannya sesuai dengan kepatutan ke masyarakat dan mengubah judul dan anak judul ciptaan.

Masa Berlaku Hak Cipta Untuk Perlindungan Hak Moral

Masa perlindungan yang diberikan tanpa batas waktu yakni sesuai dengan Pasal 57 ayat (1) UU 28 Tahun 2014.

Masa berlaku hak cipta untuk dalam hal perlindungan hak moral menurut Pasal 57 ayat (2), yang diberikan selama berlangsungnya jangka waktu hak atas ciptaan yang bersangkutan.

Peraturan Perlindungan Hak Ekonomi Serta Masa Berlaku Hak Cipta dalam Undang-undang Hak Cipta

Untuk hak ekonomi, perlindungannya diberikan selama pencipta tersebut masih hidup dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya (Pasal 58 ayat (1) UU 28 Tahun 2014).

Aturan masa berlaku hak cipta diatas didasarkan pada berdasar pada Pasal 58 berlaku untuk jenis-jenis ciptaan seperti berukut:

• Buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis

• ceramah, kuliah, pidato

• alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan serta ilmu pengetahuan

• lagu baik musik dengan atau tanpa teks

• drama, baik itu musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim

• karya seni rupa termasuk segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase

• karya arsitektur, maupun peta, karya seni batik atau seni motif lain.

Apabila hak tersebut telah diambil oleh suatu badan hukum, maka aturan masa berlaku hak cipta dalam hal perlindungannya berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman.

Bagaimana cara daftar hak cipta?

Mungkin banyak yang masih bingung mengenai cara daftar hak cipta.

Saat ini, cara daftar hak cipta memanglah tidak mudah. Sebab hal ini berkaitan dengan karya penciptaan seseorang.

Sederhananya, untuk mengajukan pendafaran produk atau barang yang diciptakan, setiap orang harus memenuhi beberapa persyaratan standar.

Berikut beberapa persyaratan yang harus dilengkapi untuk dalam rangka pengajuan pendaftaran hak penciptaan:

Persyaratan Permohonan Hak Cipta

Persyaratan pertama dalam permohonan adalah mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap tiga (formulir dapat diminta secara cuma-cuma pada Kantor.

  1. Pada lembar pertama dari formulir tersebut ditandatangani di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah).
  2. Surat permohonan pendaftaran ciptaan terdiri atas:
    • Nama, kewarganegaraan serta alamat pencipta.
    • Nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak;
    • Nama, kewarganegaraan dan alamat kuasa;
    • Jenis serta judul ciptaan
    • Tanggal beserta tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali
    • Uraian tentang ciptaan rangkap 4
  3. Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya bisa diajukan untuk satu ciptaan
  4. Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak dalam bentuk fotocopy KTP atau paspor
  5. Apabila pemohon badan hukum, maka pada surat permohonan tersebut harus dilampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut
  6. Melampirkan surat kuasa, bilamana permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa, serta dengan bukti kewarganegaraan kuasa tersebut
  7. Apabila permohonan tidak bertempat sedang tidak dalam wilayah RI, maka untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah RI
  8. Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan dengan nama lebih dari seorang dan atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon mesti ditulis semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon
  9. Apabila ciptaan tersebut telah dipindahkan, harus melampirkan bukti pemindahan hak
  10. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya maupun penggantinya
  11. Membayar biaya permohonan pendaftaran ciptaan sebesar Rp.200.000, khusus untuk permohonan pendaftaran ciptaan program komputer sebanyak Rp.300.000

Hak paten

hak paten
pixabay.com

Sedikit berbeda dengan hak cipta, pemberian hak paten lebih ditekankan pada penemuan di bidang teknologi.
Pengertian Hak Paten

Hak Paten, Merupakan hak yang diberikan secara eksklusif oleh negara kepada para pencipta di bidang teknologi.

Namun Hak tersebut memiliki jangka waktu (usia sekitar 20 tahun sejak dikeluarkan), setelah itu habis masa berlaku patennya.

Undang-Undang Hak Paten

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengatur regulasi mengenai permasahakan hak paten dalam undang-undang hak paten.

Salah satu undang-undang hak paten di temukan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten.

Paten adalah hak yang diberikan secara khusus dan eksklusif dari Negara terhadap penemu atau Inventor bagi hasi hasil Invensinya yang dikhususkan pada bidang teknologi.

Dimana ia dalam kurun waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 ayat 1).

Jangka Waktu Hak Paten

Hampir setiap hak cipta memiliki jangka waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah melalui aturan perundang-undangan. Baik pada undang-undang hak cipta maupun undang-undang hak paten.

Adapun jangka waktu hak paten yang tertuang dalam undang-undang hak paten adalah sebagai berikut:

  • Hak Paten diberikan dalam jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.
  • Hak Paten Sederhana diberikan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.

Adapun pengertian hak paten sederhana yang dimaksud diatas adalah Setiap invensi atau penemuan berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan karena bentuk, konfigurasi, konstruksi. Atau komponennya bisa diberikan perlindungan hukum dalam bentuk hak paten yang sederhana.

Bagaimana Cara Daftar Hak Paten?

Apabila kita memiliki suatu keahlian/produk yang unik dan bernilai secara finansial maka sebaiknya didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia agar memperoleh Hak Paten.

Hal tersebut di harapkan agar produk anda tidak dibajak oleh orang lain tanpa perlindungan atas kekayaan intelektual tersebut.

Jadi ketika Hak Paten kita dibajak atau ditiru oleh orang lain dapat menuntut secara hukum.

Cara Daftar Hak Paten

Meskipun aturan mengenai perlindugan hak paten telah diataur oleh pemerintah dalam undang-undang hak paten. Namun masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara daftar hak paten.

Berikut beberapa penjelasan singkat Cara daftar hak paten yang dapat anda lakukan.

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah Mengajukan permohonan secara tertulis menggunakan bahasa Indonesia.

Permohonan tertulis tersebut ditujukan kepada Direktorat Jenderal HakKekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Hal yang harus ada di Permohonan anda :

  1. Tulis tanggal, bulan, dan tahun Permohonan
  2. Sertakan alamat lengkap dan alamat jelas Pemohon
  3. Tulis nama lengkap dan kewarganegaraan Inventor
  4. Tulis nama dan alamat lengkap Kuasa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa
  5. Tulis surat kuasa khusus, dalam hal Permohonan diajukan oleh Kuasa
  6. Berikan pernyataan permohonan untuk dapat diberi Paten
  7. Sertakan judul Invensi
  8. Tulis dan klaim yang terkandung dalam Invensi
  9. Sertakan deskripsi tentang Invensi, yang secara lengkap memuat keterangan tentang cara melaksanakan Invensi
  10. Apa saja gambar yang disebutkan dalam deskripsi yang diperlukan
  11. Agar memperjelas Invensi
  12. Serta abstrak Invensi.

Setelah anda mengirimkan pernyataan tertulis anda kepada lembaga terkait, selanjutnya anda tinggal menunggu informasi mengenai langkah-langkah selanjutnya dari lembaga tersebut.

Hak Merek

hak merek
pixabay.com

Selain mengatur hak cipta dan hak paten, pemerintah juga telah mengatur hak-hak lainnya yang salah satunya adalah hak merek.

Apa Itu Merek?

Merek adalah sebuah penanda atau sebuah bentuk identitas terhadap sebuah barang, jasa, atau produk yang umumnya diaplikasikan dalam dunia perdagangan.

Sebuah identitas atau merek terhadap sebuah produk dalam dunia perdagangan memiliki peran yang sangat penting.

Suatu merek atau identitas terhadap sebuah produk dapat berdampak pada reputasi sebuah produk hingga keuntungan yang dapat diberikan oleh sebuah produk.

Oleh karena itu penggunaan merek merupakan hal yang sangat krusial dalam perdagangan sehingga dianggap perlu diberi aturan dalam penggunaanya melalui perundang-undangan mengenai hak merek.

Pengertian Hak Merek

Hak merek ialah suatu bentuk perlindungan hak atas kekayaan intelektual dengan memberikan hak khusus kepada para pemegang merek dalam hal penggunaan merek tersebut dalam perdagangan berdasarkan jenis dan kelas merek tersebut terdaftarkan.

Undang-Undang Hak Merek

Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek :Merek ialah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut.

Mereka mempunyai daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.(Pasal 1 Ayat 1)

Hak atas Merek ialah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara Republik Indonesia kepada pemilik Merek.

Kepada mereka yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. (Pasal 3)

Klasifikasi Merek Untuk Penggunaan Hak Merek

Merek dapat dibedakan ke beberapa macam, antara lain:

  • Merek Dagang: merek dipakai pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang maupun badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis.
  • Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang maupun badan hukun untuk membedakan dengan jasa sejenis.
  • Merek Kolektif merupakan merek digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan jasa sejenisnya.

Persyaratan dan Pendaftaran Hak Merek

Sistem pendaftaran Hak merek menganut stelsel konstitutif, yakni sistem pendaftaran yang akan menimbulkan suatu hak sebagai pemakai pertama pada merek.

pendaftar pertama merupakan pemilik merek. Pihak ketiga tidak mampu menggugat sekalipun beritikad baik.
Pemohon bisa berupa:

  • Orang
  • Badan Hukum
  • Beberapa orang atau Badan Hukum (Pemilikan Bersama)

Prosedur Pendaftaran Hak Merek

Dalam melakukan Prosedur pendaftaran Hak merek, hal yang mesti kita lakukan adalah sebagai berikut:

Mengisi formulir yang telah disediakan oleh DitJen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dalam Bahasa Indonesia dan diketik rangkap empat.

Melampirkan syarat-syarat berupa:

  • Surat pernyataan yang dituli di atas kertas bermeterai Rp6.000 serta ditandatangani oleh pemohon langsung atau bukan kuasa pemohon, yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah milik pemohon;
  • Surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan lewat kuasa pemohon;
  • Salinan resmi Akta Pendirian Badan Hukum boleh juga berupa fotokopi yang ditandatangani oleh notaris,
    Apabila pemohon badan hukum;
  • 24 lembar etiket merek [empat lembar dilekatkan pada formulir] yang telah dicetak di atas kertas;
  • Selembar Fotokopi KTP pemohon;
  • Bukti prioritas asli dan terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia hanya jika permohonan dilakukan dengan hak prioritas
  • Bukti telah melakukan pembayaran biaya permohonan merek sebesar Rp450.000.

Merek tidak dapat didaftar bila:

  • Bertentangan dengan segala peraturan UU, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
  • Tidak mempunyai daya pembeda.
  • Sudah menjadi milik umum.
  • Merupakan sebuah keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya.

Kenapa Merek Harus Didaftarkan?

  1. Sebagai alat bukti asli sebagai seorang pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan.
  2. Sebagai dasar penolakan kepada merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya.
  3. Sebagai dasar agar mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenisnya.

****
Demikianlah penjelasan singkat mengenai hak cipta, hak paten dan hak merek. Semoga dapa menambah pengetahuan anda mengenai hak-hak tersebut. Terima kasih.

Leave a Comment