Ulasan Lengkap Seputar HS Code [Pengertian, Tujuan, Pengaplikasian, Dll]

HS Code – Semakin luasnya cakupan perdagangan antar negara didunia memuculkan berbagai macam aneka produk dari barbagai negara.

Dengan beragamnya produk tersebut, maka dianggap perlu untuk membuat suatu sistem dalam rangka menyederhanakan keberagaman produk tersebut kedalam beberapa kategori produk.

Salah satu bentuk penyederhanaan yang telah diakui dunia adalah dengan diberlakukannya aturan penggunaan kode untuk setiap barang yang di ekspor maupun di impor yang disebut Harmonized System (HS).

Pengertian HS Code

HS Code adalah
pengertian hs code via pxhere.com

Hs Code adalah singkatan dari Harmonized System code yakni daftar penggolongan atau pengelompokan barang yang telah di susun secara sistematis guna mempermudah transaki perdagangan, penentuan tarif, proses pengangkutan, serta statistik yang diterapkan pada perdagangan internasional.

Penerapan kode Harmonized System dalam perdagangan Internasional didasarkan pada International Convention on The Harmonized Coomodity Description and Coding system untuk keperluan pengawasan Ekspor dan impor serta keperlua-keperluan lainnya.

Penggunaan kode ini pada setiap barang atau komoditas perdagangan sangatlah penting sebab akan sangat menentukan penentuan regulasi untuk tiap barang atau komoditas yang akan diekspor atau diimpor.

Regulasi-regulasi tersebut dapat meliputi jenis-jenis dokumen apa saja yang dibutuhkan, berapa besaran duty, besaran pajak yang harus di bayar kepada pemerintah, dll.

Pengaplikasian kode Harmonized System pada setiap jenis barang atau komoditas ekspor impor di Indonesia sendiri diatur dalam suatu sistem penarifan yang mengacu pada Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.

Tujuan Penggunaan HS Code

Kode HS merupakan pengklasifikasian produk pada pasar Internasional yang bertujuan untuk menyamakan persepsi semua negara mengenai jenis-jenis produk atau komoditas ekspor impor pada perdagangan internasional.

Dengan begitu, sistem tersebut akan memudahkan pihak kepabeanan untuk mengawasi setiap barang atau produk yang keluar dan masuk kedalam wilayah suatu negara.

Selain itu, kode produk ini juga dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui statistik setiap produk yang keluar atau masuk pada suatu negara.

Anatomi Pengaplikasian HS Code

Harmonized System merupakan kumpulan angka-angka yang digunakan sebagai penomoran suatu barang dengan kode-kode tertentu yang merupakan uraian informasi barang yang disusun secara sistematis berdasarkan klasifikasi barang tersebut.

Anatomi penomoran pada Harmonized System (HS) Code terdiri dari:

  • Bab sebanyak 2 digit.
  • Pos sebangak 4 digit.
  • Sub-pos sebanyak 6 digit.

Contoh; Kode HS 0102.33.xx.xx

Dari contoh diatas, dapat diuraikan keterangan sebagai berikut:

  • Dua digit pertama yakni 01 merupakan kode BAB yang merupakan kode jenis klasifikasi barang. Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa barang tersebut diklasifikasikan kedalam Bab 1.
  • Dua digit selanjutnya atau jika digabungkan dengan dua digit sebelumnya menjadi empat digit awal adalah kode yang menerangkan pos atau heading. Kode tersebut menjelaskan bahwa barang tersebut diklasifikasikan kedalam pos 01.02.
  • Dua digit selanjutnya yang digabungkan dengan empat digit awal menjadi enam digit awal adalah keterangan sub heading atau sub pos pada setiap bab dan pos. Dari contoh diatas, barang tersebut diklasifikasikan kedalam sub-pos 0102.33.
  • Dua digit selanjunya yang digabungkan dengan enam digit awal menjadi delapan digit merupakan kode pos yang didasarkan pada teks AHTN.
  • Sepuluh digit dari keseluruhan angka adalah menjelaskan tarif nasional yang didasarkan pada BTBMI.
  • Tarif tersebut menjelaskan besarnya tarif yang dibebankan terhadap barang baik yang meliputi tarif BM, PPN, PPnBM atau Tarif Cukai serta aturan-aturan tata niaga lainnya.

Keterangan Tambahan

Setiap negara yang telah mengikuti dan menandatangani Konvensi HS dapat mengembangkan enam digit angka penggolongan pada Harmonized System Code menjadi lebih spesifik bedasarkan kebijakan pemerintah masing-masing. Namun harus tetap didasarkan pada ketentuan HS enam digit.

Indonesia sendiri telah mengatur mengenai penomoran tersebut pada buku tarif bea masuk Indonesia sebagai rujukan untuk mengtahui lebih dalam mengenai penomoran sub pos enam digit.

HS Code Untuk Regional ASEAN

HS Code khusus untuk perdagangan di regional ASEAN
HS Code untuk regional ASEAN via pxhere.com

Khusus untuk wilayah ASEAN sendiri, telah disepakati peraturan mengenai penomoran Harmonized System berdasarkan pada ASEAN Harmonised Tariff Nomenclture (AHTN).

AHTN merupakan sistem klasifikasi yang berlaku untuk penomoran produk sampai 8 digit untuk wilayah ASEAN yang sesuai dengan Protocol Governing The Implementation of AHTN.

Cara Mengetahui HS Code Suatu Produk

Mengetahui pengaplikasian kode HS untuk barang atau produk yang akan diekspor atau diimpor adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal tersebut dalam rangka untuk mengetahui regulasi terkait produk tersebut.

Sebab, tidak tertutup kemungkinan bahwa produk yang akan anda ekspor atau impor merupakan produk yang dikenakan larangan ekspor atau impor atau hal-hal penting lainnya.

Untuk mengetahui kode HS suatu barang atau produk, dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung dan secara online.

Pengecekan Harmonized System (HS) Code Secara Langsung

Untuk melakukan pengecekan secara langsung dapat dilakukan dengan mendatangi kantor kepabeanan setempat untuk menanyakan secara langsung terkait produk yang akan di ekspor atau diimpor.

Pengecekan Harmonized System (HS) Code Secara Online

Selain pengecekan secara langsung, pengecekan kode HS juga dapat dilakukan secara online. Untuk pengecekan secara online dapat dilakukan melalui web portal Indonesia National Single Window (INSW) di eservice.insw.go.id.

Pada portal ini, anda dapat mengetahui kode HS sebuah produk pada menu HS CODE INFORMATION dengan cara memasukkan jenis produk yang akan anda cari kodenya.

Portal INWS sendiri memiliki beragam informasi seputar pedagangan internasional selain kode HS. Fitur-fitur tersebut diantaranya adalah Trade Simulation untuk mengetahui perkiraan besaran pajak, Manifest Information untuk mengetahui informasi manifes produk tertentu, fitru Exchange rate, dll.

—————

Demikianlah ulasan singkat mengenia HS Code, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment