Ulasan Lengkap Seputar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) [Pengertian, Tujuan, Dasar Hukum, Dll]

K3 – Kesehatan dan keselamatan kerja adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan yang telah menjadi sebuah profesi yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

hal tersebut dikarenakan kesehatan dan keselamatan kerja pada sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan orang-orang atau para pegawai yang berada pada perusahaan tersebut. Khususnya dalam hal kesehata, keselamatan, hingga kesejahteraan para pegawai.

Oleh karena itu pengetahuan akan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi suatu perusahaan atau unit usaha adalah hal yang wajib, bahkan untuk hal tersebut pemerintah juga telah membuat aturan secara rinci baik yang tertuang dalam undang-undang, peranturan pemerintah, atau peraturan menteri.

Pengertian K3

k3 adalah
kesehatan dan keselamatan kerja via pxhere.com

 Pengertian K3 adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang merupakan suatu upaya dalam bentuk pemikiran guna memberikan jaminan kesempurnaan serta keutuhan jasmani maupun rohani.

K3 atau kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu kondisi yang harus tercipta di lokasi kerja dalam rangka memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus.

Kesehatan Kerja

Penerapan Kesehatan Kerja pada program K3 menitik beratkan pada aspek kesehatan dan kesejahteraan para pekerja atau karyawan pada setiap aktifitasnya.

Pelaksanaan kesehatan kerja dapat dilakukan dalam berbagai bentuk program kesehatan seperti pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan rutin, pengawasan, pendidikan, serta pelatihan bagi para karyawan.

Diantara bidang-bidang kesehatan kerja yang tercakup dalam K3 diantaranya adalah;

  1. Occupational Health Management System.
  2. Health Risk Assessment.
  3. Health Suceillance.
  4. Medical Emergancy Respon.
  5. Food Safety.
  6. Ergonomic.
  7. Health Promotion.
  8. Monitoring, penanganan, serta pelaporan penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja dalam program K3 adalah berupa penciptaan dan penerapan sistem kerja yang dapat memberikan jaminan keamana kepada para pekerja.

Bentuk penerapannya dilakukan melalui prinsip pencegahan, pengendalian resiko kecelakaan pada lingkungan kerja.

Bidang-bidang Keselamatan Kerja pada K3 meliputi;

  1. Sistem Manajemen Keselamatan.
  2. Manajemen Resiko (identifikasi, Analisis, dan Evaluasi).
  3. Pengendalian (Investigasi, Pencegahan Kecelakaan, Sistem Perizinan Kerja, Pemeriksaan, dll).

Fungsi K3

rungsi kesehatan dan keselamatan kerja
fungsi k3 via pxhere.com

Berikut beberapa fungsi penerapan K3 dalam perusahaan yang terbagi menjadi dua yakni fungsi kesehatan dan fungsi keselamatan.

Fungsi Kesehatan Kerja

  1. Melakukan identifikasi serta penilaian terhadap resiko bahaya kesehatan di lokasi kerja.
  2. Memberikan masukan terkait perencanaan, pengorganisasian, serta pengaplikasian pada pekerjaan termasuk hal yang terkait dengan desain tempat kerja.
  3. Memberikan informasi, melaksanakan pelatihan dan edukasi terkait kesehatan kerja dan APD.
  4. Melakukan monitoring kesehatan para karyawan.
  5. Merehabilitasi para pekerja yang sedang menderita sakit atau mengalami kecelakaan kerja.
  6. Melaksanakan tindakan darurat.
  7. Mengelola hal-hal terkait P3K.

Fungsi Keselamatan Kerja

  1. Mengantisipasi, mengidentifikasi, serta mengevaluasi kondisi serta aktifitas kerja yang dapat mengancam keselamatan para karyawan.
  2. Membuat rancangan pengedalian bahaya berupa metode, prosedur, serta program.
  3. Melakukan penerapan, pendokumentasian, serta memberikan informasi terkait pengendalian bahaya serta program-program pengendalian bahaya.
  4. Melakukan evaluasi terkait efektifitas pengendalian bahaya serta program-program pengendalian bahaya yang telah ada.

Undang-Undang K3 dan Dasar Hukum Lainnya

Berikut beberapa dasar hukum konstitusi terkait undang-undang K3.

Undang-Undang K3

  • Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 mengenai keselamatan kerja yang mengatur mengenai kewajiban para pimpinan serta para karyawan terkait keselamtan kerja.
  • Undang_Undang No.23 Tahun 1992 mengenai kesehatan. Menyatakan bahwa perusahaan diwajibakan melakukan pemerikasaan baik badan, mental serta kemampuan fisik para karyawan. Baik yang baru maupun terhadap mereka yang akan dipindahkan ke tempat yang baru berdasarkan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Selanjutnya Para pekerja diwajibkan menggunakan pelindung diri serta mematuhi seluru aturan terkait kesehatan dan keselamtan kerja.
  • Undang-Undang €no.23 Tahun 1992, pasal 23 terkait dengan kesehatan kerja. Peraturan tersebut menekankan mengenia urgensi kesehatan kerja demi kualitas kerja yang baik tanpa membahayakan diri dan lingkungan kerja.
  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan. Peraturan perundang-undangan ini mengatur segala hal terkait ketenagakerjaan yang termasuk didalamnya adalah kesehatan dan keselamatan kerja.

Peraturan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1973 terkait pengawasan terhadap peredaran, penyimpanan, serta penggunaan pestisida.
  • Peraturan Pemeritah No. 13 Tahun 1073 terkait peraturan serta pengawasan keselamatan kerja pada bidang pertambangan.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1979 mengenai keselamatan kerja pada perusahaan pemurnian dan pengolahan Migas.

Keputusan Presiden

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 mengenai penyakit yang ditimbulkan dari hubungan kerja.

Tujuan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

tujuan utama kesehatan dan keselamatan kerja
Tujuan K3 via nationalguard.mil

Penerapan dan pelaksanaan K3 pada sebuah perusahaan memiliki beberapa tujuan. Berikut beberapa tujuan penerapan dan pelaksanaan K3 berdasarkan regulasi nasional, Internasional, dan menurut para ahli.

Tujuan K3 dalam Regulasi Nasional

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 terkait keselamatan kerja merinci tiga tujuan utama penerapan K3 yaitu:

1. Memberikan perlindungan serta janiman keselamatan terhadap setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.

2. Menjamin penggunaan sumber produksi secara aman dan efisien.

3. Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Nasional.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada penerapan SMK2 pasal 2.

1. Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi

2. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh; serta

3. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas

Menurut Keputusan MENAKER RI No. Kep/MEN/1993 menyatakan bahwa :

tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, sehingga akan tercapai ; suasana lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman dengan keadaan tenaga kerja yang sehat fisik, mental, sosial, dan bebas kecelakaan.”

Tujuan K3 Menurut Lembaga Internasional

Menurut The Centre for Occupational Safety Finlandia bahwa tujuan kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja adalah memastikan para pekerja atau karyawan untuk dapat serta mampu mengerjakan tugasnya secara efektif.

Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA) Amerika bahwa tujuan utama program kesehatan dan keselamat kerja adalah dalam rangka pencegahan terhadap cedera, penyakit, serta kematian di lokasi kerja yang dapat berakibat pada penderitaan dan kesulitan finansial para pekerja, keluarga, serta pihak pemberi kerja.

Menurut Labour Organization bahwa tujuan K3 adalah:

  1. Melakukan promosi serta pemeliahraan yang maksimal terhadap kesejaheraan fisik, mental, dan sosial terhadap semua pekerjaan.
  2. Sebagai pencegahan terhadap gangguan kesehatan yang muncul dari kondisi pekerjaan para pekerja.
  3.  Memberikan perlindungan kepada para pekerja terhadap faktor-faktor yang memiliki resiko dapat memperburuk kesehatan.
  4. Penempatan pekerja pada lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kemampuan psikologi dan fisiologi pekerja.
  5. Penyesuaian pekerja terhadap pekerjaannya dan pekerja dengan pekerja lain.

Tujuan K3 Dalam Pandangan Ahli

Selain dalam prespektif nasional dan komunitas internasional, tujuan K3 juga dirumuskan oleh para ahli dibidangnya. Dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Kesehatan Kerja, Djamaluddin Ramlan mengulas beberapa tujuan utama K3 yakni:

  1. Memelihara serta meningkatkan kesehatan para masyarakat pekerja di semua bidang pekerjaan ke tingkat yang lebih tinggi, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
  2. Melakukan pencegahan terhadap timbulnya berbagai gangguan kesehatan terhadap para pekerja yang disebabkan oleh keadaan lingkungan kerjanya.
  3. Melindungi para pekerja saat sedang melaksanakan pekerjaannya atau dari segala kemungkinan resiko berbahaya di lingkungan pekerjaannya.
  4. Mengatur penempatan kerja bagi para pekerja berdasarkan keterampilan, kemampuan fisik, serta kemampuan psikis pekerja.  

Tujuan Kesehatan dan Keselamatan kerja berdasarkan Keilmuan K3

Jika ditinjau dari sudut pandang keilmua K3, maka tujuannya dibagi secara terperinci yakni tujuan kesehatan dan tujuan keselamatan kerja.

Tujuan Kesehatan kerja

  1. Sebagai pencegahan terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan.
  2. Melakukan penigkatan derajat kesehatan para pekerja melalui promisi K3
  3. Mempertahankan kondisi kesehatan serta kebugaran para pekerja agar selalu dalam kondisi optimal

Tujuan Keselamatan Kerja

  1. Terciptanya sistem kerja yang aman baik dari segi input, proses, hingga output.
  2. Sebagai pencegahan kecelakaan kerja yang dapat berdampak pada kerugain moril maupun materil.
  3. Sebagai pengendalian terhadap semua resiko yang dapat terjadi di tempat kerja.

Kaidah Penyusunan Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Untuk membuat tujuan kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja, maka perlu untuk dilakukan penyusunan berdasarkan kondisi tempat kerja tujuan dengan menggunakan kaidah SMART yakni:

  • Spesific : memiliki tujuan yang jelas, baik secara umum maupun terperinci.
  • Measurable : tujuan yang ditetapkan harus jelas dan terukur.
  • Achievable : dapat dicapai.
  • Realistic : tujuan yang jelas dan tidak mengada-ada.
  • Timely : tujuan harus memiliki jangka waktu dalam proses pencapaiannya.

Jenis – Jenis Bahaya Dalam K3

berbagai jenis bahaya K3
ragam jenis bahaya dalam K3 via pxhere.com

Dalam ilmu K3, faktor bahaya dibedakan menjadi beberapa jenis yakni:

  • Bahaya Biologis (Biological Hazard)
  • Bahaya Kimia ( Chemical Hazard)
  • Bahaya Mekanik/Fisik (Physical Hazard)
  • Bahaya Sosial psikologis (Psychological Hazard)
  • Bahaya Biomekanik.

Bahaya Biologis (Biological Hazard)

Bahaya biologis atau Biological Hazar adalah jenis bahaya yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan pekerja yang bersumber tanam-tanaman, binatang, organisme, mikro organisme, atau dari pekerja lain yang telah mengidap virus menular.

Bahaya dapat timbul atau terjadi kepada pekerja dapat melalui kontak langsung, melalui udara, atau media-media lainnya.

Bahaya Kimia (Chemical Hazard)

Bahaya kimia atau Chemical Hazard adalah jenis bahaya yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan para pekerja yang bersumber dari bahan-bahan kimia baik yang cair, padat, atau berupa gas yang berada di lokasi kerja.

Bahaya kimia yang terjadi pada para pekerja umumnya berupa keracunan. Hal tersebut tidak terlepas dari sifat-sifat bahan kimia yang umumnya mengandung racun.

Pemaparan racun dalam bahan kimia umumnya terjadi melalui hirupan (inhalasi), pencernaan, hingga penyerapan oleh kulit.

Bahaya Fisik (physical Hazard)

Bahaya fisik atau Physical Hazard adalah potensi bahaya yang dapat menimpa para pekerja yang bersumber dari benda-benda fisik di sekitar tempat kerja.

Bahaya-bahaya fisik di tempat kerja dapat berupa kebisingan, getaran, penerangan, sinar ultraviolet, iklim kerja, gelombang mikro, dll, yang apabila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan bahaya bagi para pekerja.

Contoh benda-bendan yang dapat menimbulkan bahaya fisik adalah mesin las, speaker, traktor, dll.

Bahaya Psikologis

Bahaya psikologi adalah bahaya yang timbul dari kondisi psikologi pekerja dengan pekerjaannya. Hal tersebut dapat terjadi misalnya pada pengorganisasian pekerjaan, ketidak nyamanan kerja, adanya konflik batin yang dialami oleh pekerja baik lingkungan maupun terhadap sesama rekan kerja, dll.

Contoh-contoh kasus psikologis yang biasanya terjadi di tempat kerja seperti bullying, pelecehan, kekerasan, pengucilan, tuntutan pekerjaan, persaingan yang tidak sehat antar pekerja, kondisi kerja yang membosankan, dll.

Hal-hal tersebut dapat mengganggu kondisi psikologis para pekerja yang dapat berdampak pada pekerjaan hingga kehidupan pekerja.

—————————-

Demikianlah ulasan singkat seputar kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Semoga bermanfaat.

Leave a Comment