Ulasan Lengkap Sistem Pembayaran Letter of Credit

Letter of Credit – Perdagangan internasional merupakan wadah bagi para produsen dan konsumen untuk dapat saling

Namun proses transaksi tersebut bukan berarti tanpa masalah. Salah satu masalah yang biasanya terjadi antara penjual dan pembeli adalah masah kepercayaan antara keduanya.

Dikarenakan jarak antara penjual dan pembeli yang telampau jauh, maka hal tersebut membawa kekhawatiran bagi kedua pihak. Baik dari pihak eksportir maupun pihak importir.

Pihak eksportir membutuhkan kepastian mengenai pembayaran barang jika barang dikirim terlebih dahulu, sedangkan pihak Importir menghkawatirkan kepastian pengiriman barang jika pesanan dibayar didepan.

Oleh karena permasalahan jaminan kepastian yang dihadapi oleh kedua pihak tersebut maka bank hadir sebagi pihak penjamin dengan menghadirikan produk berupa surat jaminan (Letter Of Credit) yang menjembatani transaksi antara penjual dan pembeli.

Dengan adanya jaminan tersebut maka kekhawatiran yang dialami oleh pihak eksportir maupun importir dapat teratasi.

Letter Of Credit

penjelasan letter of credit
letter of credit via pxhere.com

Secara sederhana, Letter of Credit berperan sebagai penengah dalam transaksi antara penjual dan pembeli. Dana dari pembeli akan ditahan sementara oleh pihak bank untuk kepastian pembayaran dan tidak akan memberikan kepada penjual sebelum mendapatkan kepastian pengiriman baran.

Pengertian Letter Of Credit (LC, L/C, LOC)

Letter Of Credit adalah salah satu cara pembayaran yang digunakan pada perdagangan antar negara berupa jaminan pembayaran kepada eksportir serta sebagai jaminan pengiriman barang kepada Importir yang dikeluarkan oleh Bank di negara Importir yang bekerjasama dengan Bank di negara Ekportir.

Penerbitan surat jaminan ini melibatkan bank di negara Importir serta bank di negara Eksportir. Oleh karena itu, dengan adanya jaminan tersebut maka masalah kekhawatiran yang dirasakan oleh pihak eksportir dan importir dapat teratasi.

Fungsi-Fungsi Letter Of Credit

Sistem pembayaran dengan LC ini menjadi pilihan oleh kebanyakan pelaku ekspor dan impor di dunia perdagangan internasional. Hal tersebut tidak lepas dari fungsinya yang sangat membantu dalam kelancaran transaksi antar negara.

Berikut beberapa fungsi L/C pada proses transaksi perdagangan internasional:

  • Berfungsi sebagai pengaman keberlangsungan transaksi antara pihak yang terlibat.
  • Membantu bank dalam memonitor proses transaksi baik dari pihak Eksportir maupun pihak Importir.
  • Menjadi penjamin adanya pembayaran dan pengiriman barang kepada kedua belah pihak selama telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam LC.

Siapa Saja Pihak Yang Terlibat Dalam Sistem Pembayaran Letter Of Credit

pihak-pihak dalam letter of credit
pihak yang terlibat dalam LC via Pxhere.com

Berikut beberapa komponen yang terlibat dalam proses transaksi menggunakan sistem pembayaran ini:

  • Pemohon atau Aplicant adalah pihak yang mengajukan permohonan pembukaan LC yakni pihak Pembeli atau Importir.
  • Beneficiary adalah pihak yang akan menerima LC yakni pihak penjual atau eksportir.
  • Opening Bank atau Issuing Bank adalah pihak bank yang membuka LC yang berada pada negara pemohon atau importir.
  • Advising Bank adalah pihak Bank yang menerima dan meneruskan LC kepada Beneficiary yang berada di negara Eksportir.
  • Confirming Bank adalah bank yang akan melakukan proses konfirmasi dan melakukan penjaminan pembayaran kepada pihak Beneficiary. Confirming bank bisa dari bank lain atau bank yang juga bertindak sebagai Advising Bank.
  • Paying Bank adalah pihak yang akan melakukan pembayaran kepada pihak Beneficiary atau eksportir.
  • Carrier adalah pihak pengiriman yang akan mengirimkan barang dari pihak eksportir serta mengeluarkan Bill of Landing.

Gambaran Umum Alur Kerja L/C

Berikut gambaran umum rangkaian proses kerja pembayaran dengan sistem ini:

  1. Pihak pembeli (importir) mengajukan permohonan pembukaan LC kepada pihak Bank yang bertujuan untuk membayar pihak eksportir berdasarkan kesepakatan pembelian (sales Contract). Dalam hal ini Importir bertidak sebagai aplicant atau opener.
  2. Apabila pihak importir dinyatakan telah memenuhi kriteria ketentuan impor, Maka pihak bank sebagai Issuing Bank akan melaksanakan pembukaan LC.
  3. LC tersebut selanjutnya diteruskan kepada bank korensponden (Advising Bank) yang berada di negara pihak eksportir.
  4. Advising bank kemudian memeriksa kelengkapan serta keabsahan dokumen yang dikirim dari opening Bank.
  5. Apabila seluruh dokumen telah dinyatakan lengkap dan sah maka advising bank akan memberikan peberitahuan pembukaan LC kepada pihak eksportir yang dalam hal ini bertindak sebagai Beneficiary.
  6. Setelah pemberitahuan diterima, pihak eksportir selanjutnya menyiapkan pesanan berdasarkan kesepakatan yang selanjutnya diserahkan ke perusahaan pengiriman atau pihak carrier. Pihak carrier kemudian memberikan Bill of Landing kepada eksportir sebagai bukti tanda terima barang.
  7. Bill of landing tersebut diserahkan ke pihak bank untuk menerima pembayaran dari bank yang ditunjuk untuk menjamin pembayaran yang dalam hal ini disebut Confirming Bank.
  8. Confirming bank bisa dari bank yang lain di negara pihak eksportir atau Advising Bank itu sendiri yang sekaligus menjadi Confirming Bank.
  9. Setelah menerima Bill of Landing dari pihak eksportir maka Confirming Bank akan mencairkan pembayaran kepada pihak eksportir.
  10. Selanjutnya Bill of landing tersebut dikirimkan ke bank penjamin di negara Importir untuk kemudian diserahkan kepada pihak importir setelah segala kewajibannya diselesaikan.
  11. Bill of landing tersebut kemudian digunakan oleh importir untuk mengambil barang yang dikirimkan oleh eksportir pada carrier atau pengirirman dengan memperlihatkan bill of landing.

Dokumen-Dokumen Dalam L/C

kelengkapan letter of credit
dokumen letter of credit via pxhere.com

Letter of Credit adalah suatu jaminan yang membutuhkan banyak dokumen dalam prosesnya.

Adapun dokumen-dokumen yang umumnya menjadi pelengkap adalah Bill Of Landing, Inovice, Packing List, Weight note, Measurement list, Insurance Certificate, Consular Invoice, Brochure/leaflet, ,Surveyor Report, Manufacture’s Certificate, Certificate of Origin, Processing License, Instruction Manual.

Jenis – Jenis Letter Of Credit

Letter of Credit adalah bentuk jaminan pembayaran dalam berbagai macam transaksi global. Oleh karena itu LC sendiri dibagi menjadi beberapa jenis yang dilihat bersaarkan kekuatannya, persyaratannya, dll.

Jenis-Jenis Letter of Credit Berdasarkan Kekuatannya

Berikut jenis-jenis Letter of Credit (LC) yang dibedakan berdasarkan kekuatannya:

1. Revocable L/C

Revocable Letter of Credit adalah jenis L/C yang dapat dibatalkan atau diubah setiap saat oleh pihak bank (Issuing Bank) tanpa harus meminta persetujuan kepada pihak Eksportir ( Beneficiary).

2. Irrvocable L/C

L/C jenis Irrevocable adalah kebalikan dari Revocable L/C. Surat jaminan yang satu ini tidak dapat dibatalkan atau dibuah secara sepihak oleh pihak Bank selama L/C tersebut masih berlaku.

Apabila pihak bank hendak melakukan perubahan atau pembatalan LC maka haru melalui persetujuan dari semua pihak yang terlibat dalam LC tersebut.

3. Irrevocable and Confirmed

Irrevocable and Confirmed LC adalah jenis surat jaminan yang paling kuat diantara ketiga LC. Dengan LC yang satu ini maka segala bentuk pebayaran atau pelunasan sepenuhnya di tanggaung oleh penyedia L/C termasuk pelunasan terhadap wesel yang ditarik selama semua syarat telah dipenuhi oleh eksportir.

Jenis-Jenis Letter Of Credit Berdasarkan Syarat-Syaratnya

1. Clean LC

Clean LC adalah jenis LC yang paling simpel. Dalam LC ini tidak diisyaratkan hal-hal lain untuk penarikan wesel. Dengan begitu, untuk mendapatkan pembayaran dari pihak pembeli atau penjamin, pihak eksportir cukup memperlihatkan atau menyerahkan kuitansi biasa.

2. Documentary L/C

Documentary LC adalah jenis LC yang mengisyaratkan berbagaimacan dokumen dalam prosesnya dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, semua pihak harus melengkapi segala macam dokumen yang dipersyaratkan dalam L/C.

3. Documentary L/C With Red Clause

Documentary LC dengan Red Clause adalah gabungan sistem atara Clean dan Documentary LC. Pihak penerima jaminan (Beneficiary) diberikan kemudahan untuk menerima sebagian dari total LC yang disepakati cukup dengan menggunakan kuitansi.

Sedangnkan untuk menerima sisanya maka pihak Beneficiary harus mengurus segala kelengkapan dukumen yang dipersyaratkan didalam LC.

4. Revolving Letter Of Credit

Revolving Letter of credit adalah surat jaminan yang dapat digunakan kembali.

Jenis-Jenis Letter of Credit Lainnya

1. Back to Back LC

Back To Back LC adalah pembukaan LC baru dengan menjaminkan LC yang sudah ada. Hal tersebut dilakukan karen pihak Beneficiary atau pihak penerima pembayaran dari LC yang pertama bukanlah pemilik barang akan tetapi hanya sebagai perantaran.

Oleh karena itu, pihak Beneficiary kemudian mengajukan permohonan pembukaan LC baru atas nama pemilik barang dengan menjaminkan LC yang telah diterima sebelumnya.

2. Transferable

Jenis LC yang satu ini adalah jenis L/C yang dapat di pindahkan kepada pihak ketiga baik sebagian atau sepenuhnya berdasarkan permintaan pihak Beneficiary.

3. Stand By LC

Stand By LC adalah surat perjanjian tertulis dari Bank yang dibuat atas permintaan pemohon. Surat tersebut berisi pernyataan bahwa pihak bank akan melakukan pembayaran kepada pihak beneficiary jika suatu saat pihak pemohon tidak dapat melakukan pembayaran atau terjadi wanprestasi.

Stand By LC ini dibuat sebagai jaminan secara tertulis untuk mengantisipasi jika terjadi gagal bayar oleh pihak importir saat pihak eksportir melakukan klaim.

Kelebihan-Kelebihan Pembayaran via L/C

kelebihan dan kekurangan LC
kelebihan dan kekurangan LC

Pada dasarnya, setiap jenis atau cara pembayaran yang digunakan pada transaksi internasional memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing.

Adapun kelebihan dari cara pembayaran via Letter of Credit adalah sebagai berikut:

  • Adanya jaminan pembayaran barang kepada pihak eksportir dengan kekuatan hukum yang mengikat.
  • Adanyanya jaminan penerimaan barang untuk pihak Importir yang juga memiliki dasar hukum.
  • Memiliki fasilitas Kredit bagi pari importir dan eksportir.
  • Memiliki fasilitas Hedging.

Kekurangan Dalam Sistem Pembayaran L/C

Meskipun banyak menjadi pilihan untuk sistem pembayaran dalam perdagangan internasional, pembayaran dengan sistem LC ini tetap saja memiliki kekurangan pada transaksi untuk barang tertentu.

Salah satu kekurangan yang paling terasa dalam sistem pembayaran ini adalah panjangnya proses dan banyaknya dokumen-dokuen yang harus diselesaiakan.

Hal tersebut menjadi masalah tersendiri untuk para eksportir maupun importir dalam sektor penjualan barang habis pakai.

Tingginya tikat penjualan pada sektor ini menjadikan transaksi pada sektor ini membutuhkan proses pembayaran yang lebih cepat.

Oleh karena itu penggunaan sistem pembayaran LC pada sektor ini masih membutuhkan beragam penyesuaian.

******

Demikianlah pembahasan singkat mengenai Letter Of Credit ini, semoga bermanfaat.

Leave a Comment