[Lengkap] Ensiklopedia Merek dan Cara Pendaftaran Merek

Merek – Dua produk yang sama dapat dijual dengan harga yang berdeda jika keduanya dilabeli dengan merek atau brand berbeda. Mengapa demikian?. Sebab brand dapat memberikan citra berbeda terhadap setiap produk meskipun produk tersebut sama dengan produk lainnya.

Merek

Memiliki nama brand pada sebuah produk adalah suatu keharusan. Sebab, hal tersebut tidak hanya menjadi sebuah identitas semata, akan tetapi jauh diluar itu dapat memberikan dampak yang besar baik pada pihak produsen, konsumen, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Pengertian Merek

merek
maxpixel.net

Merek adalah sebuah nama yang diasosiasikan terhadap sebuah produk atau jasa yang dapat menggambarkan produk atau jasa tersebut.

Dalam defenisi lain, yang dikutip dari Dirjen Kekayaan Intelektual menjelaskan bahwa;

“Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 {tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.”

Fungsi-Fungsi Pengaplikasian Merek

brand bukanlah hanya sebuah nama atau identitas saja. Akan tetapi, penggunaan sebuah nama brand akan memberikan manfaat yang tidak sedikit bagi para penggunanya.

Berikut beberapa fungsi dari penggunaan sebuah brand:

  • Berfungsi sebagai suatu bentuk identitas atau tanda pengenal yang di sematkan kepada sebuah produk, atau jasa.
  • Berfungsi sebagai alat bantu dalam memperkenalkan sebuah produk atau jasa kepada masyarakat umum.
  • Berfungsi untuk mencegah tidakan atau hal-hal yang dapat merugikan pihak pemegang hak merek dari pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap produk atau jasa sejenis

Memiliki Hak Merek

Oleh karena pentingnya sebuah nama, maka bagi mereka yang telah memiliki nama brand tertentu pada sebuah produk atau jasa, sangat dianjurkan untuk melakukan pendaftaran merek untuk memiliki hak penuh terhadap brand tersebut dengan berlandaskan hukum.

Pendaftaran Merek

pendaftaran merek
maxpixel.net

Untuk memiliki hak penuh terhadap sebuah nama brand, seseorang atau perusahaan harus melakukan pendaftaran merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Pendaftaran sebuah nama brand dilakuan agar sang pemilik memiliki kekuatan hukum yang sah terhadap kepemilikan sebuah hak merek.

Aturan Pendaftaran Merek

Aturan mengenai pendaftaran sebuah brand dirujuk pada hukum yang berlaku saat ini yakni pada pasal 6 ayat 1 Undang-undang No.20 Tahun 2016:

“ Permohonan untuk lebih dari satu kelas barang dan /atau jasa dapat diajukan dalam satu permohonan”

Penjelasan dari pasal diatas adalah pengajuan pendaftaran sebuah nama brand cukup dilakukan dalam satu permohonan saja meskipun brand tersebut didaftarkan kedalam beberapa kelas berdasarkan ketentuan dari Trademark Law Treaty.

Tahapan-Tahapan Pendaftaran Merek

Berikut tahapan-tahapan yang dapat anda lalui untuk melakukan pendaftaran merek untuk anda:

1. Melakukan Cek Merek

Tahap awal yang perlu dilakuan dalam pendaftaran nama brand adalah melakukan cek merek atau penelusuran nama brand.

Cek merek dilakukan untuk mengetahui apakah nama brand yang akan anda daftarkan telah terdaftar terlebih dahulu oleh pemilik lain atau sepenuhnya belum terdaftar.

Cek merek dapat anda lakukan dengan bertanya langsung kepada pihak terkait yakni dirjen HaKi atau dapat dilakuan dengan secara online di www.dgip.co.id.

Untuk melakukan cek merek dagang yang lebih detail, anda dapat menggunakan jasa konsultan HAKI yang telah memiliki nama atau kredibiltas dibidangnya.

Selain mereka dapat mengetahui data brand terdaftar, mereka juga dapat membantu anda dalam urusan lainnya.

2. Mengajukan Permohonan Pendaftaran Merek

Setelah melakukan cek merek dan mengetahui bahwa brand yang akan anda gunakan belum terdaftarkan, anda dapat melakukan pengajuan permohonan untuk mendaftarkan nama brand anda.

Pengajuan permohonan pendaftaran merek dilakukan dengan melampirkan atau memenuhi sejumlah syarat-syarat pendaftaran yang telah ditentukan.

syarat-Syarat Pendaftaran merek

syarat-syarat pendaftaran merek
maxpixel.net

Berikut beberapa syarat Pendaftaran merek yang harus anda penuhi:

  1. Menyiapkan Biodata
    • Syarat pendaftan merek yang pertama adalah mengisi biodata lengkap baik pemohon perorangan maupun perusahaan. Biodata tersebut berupa nama lengkap, alamat lengkap, serta kewarganegaraan.
  2. Melampirkan Contoh Merek
    • Syarat pendaftaran yang kedua adalah melampirkan contohnya. Setiap pemohon diawajibkan untuk menyiapkan sebanyak 30 contoh yang akan di daftarkan dengan minimal ukuran 2×2 serta maksimal 9×9.
  3. Menyiapkan Jenis Barang atau Jasa yang akan diberi merek
    • Selain menyetorkan contoh merek, pemohon juga diwajibkan menyertakan barang atau jasa yang akan diberi merek untuk melengkapi syarat pendaftaran merek.
  4. Surat Pernyataan Kepemilikan
    • Pemohon diwajibkan melampirkan surat pernyataan kepemilikian produk atau jasa yang akan didaftarkan.
  5. Melampirkan Surat Kuasa (Jika dubutuhkan)
    • Pemberian surat kuasa ini dilakukan jika pengurusan pendaftaran merek di kuasakan kepada orang lain.
  6. Melampirkan Fotocopy Identitas Pemohon
    • Pemohon wajib melampirkan fotocopy identitas saat melakukan pengajuan permohonan.
  7. Melampirkan Fotocopy NPWM
    • Syarat terakhir dari permohonan pendaftan merek adalah melampirkan fotocopy NPWP pada berkas permohonan. Persyaratan NPWP ini hanya dikhususkan kepada pemohon dari pemohon perusahaan, dan tidak berlaku untuk pemohon perorangan.

3. Prosedur Pendaftaran Merek

Setelah semua berkas persyaratan telah dilengkapi, selanjutnya pihak pemohon menyerahkan berkas tersebut kepada pihak Direktorat Jendreal HKI.

Pada tahap ini. Setiap berkas yang telah diterima akan melalui beberapa prosedur yang telah ditetapkan oleh Ditjen HKI.

Berikut beberapa prosedur pendaftaran merek yang diterapkan oleh Ditjen HKI mulai dari penerimaan berkas hingga penerbitan sertifikat hak merek.

  1. Prosedur Pemeriksaan Subtantif
    Pemeriksaan subtantif adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Ditjen HKI terhadap brand yang di mohonkan.
    Pemeriksaan ini diantaranya mengenai masalah kategori merek yang dimohonkan, apakah nama brand tersebut telah terdaftar atau tidak, dll.
  2. Pengumuman Permohonan
    Setelah melakukan pemeriksaan subtantif dan apabila permohonan disetujui, selanjutnya pihak Ditjen HKI mengeluarkan pengumuman dalam bentuk berita resmi dalam kurun waktu maksimal 10 hari setelah permohonan disetujui dengan lama durasi pengumuman selama 3 bulan.
  3. Prosedur Keberatan dan Sanggahan
    Selama masa pengumuman yakni 3 bulan setelah pengumuman diterbitkan, setiap pihak terkait dapat mengajukan nota keberatan apabila ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai.
  4. Prosedur Pemeriksaan Kembali
    Pada saat bagian ini, pihak Ditjen HKI akan melakukan pemeriksaan kembali pada setiap keberatan yang di sampaikan oleh pemohon. Setiap keberatan yang di ajukan dalam prosedur keberatan dan sanggahan akan di gunakan sebagai pertimbangan alam prosedur pemeriksaan kembali. Namun jika pada tahap ini tidak terdapat nota keberatan ataupun sanggahan dari pihak pemohon atau pihak lain maka pihak Ditjen HKI akan melakukan penerbitan sertifikat hak merek yang diberikan kepada pemohon dengan dikenakan biaya untuk sertifikat tersebut.

Biaya Pendaftaran Merek

biaya pendaftaran merek
maxpixel.net

Berapa Biaya Pendaftaran Merek?. Pada dasarnya, aturan mengenai pendaftaran sebuah nama brand masih lumayan membingungkan masyarakat yang awam akan hal ini. Termasuk didalamnya aturan mengenai biaya yang harus dikeluarkan saat mendaftarkan merek.

Adapun biaya pendaftaran merek sebagaimana ditetapkan dalam aturan penerimaan negara bukan pajak ditetapkan bahwa pengenaan tarif diberikan berdasarkan kelas.

Berikut biaya pendaftaran merek yang ditetapkan pemerintah:
A. Usaha Kecil atau Usaha Mikro

  1. Biaya pendaftaran secara elektronik dikenakan tarif Rp. 500.000 Per kelas.
  2. Biaya pendaftaran non elektronik dikenakan tarif Rp. 600.000 Per Kelas.

B. Umum

  1. Biaya pendaftaran secara Elektronik/Online dikenakan tarif Rp. 1.800.000 Per Kelas.
  2. Biaya pendaftaran secara non elektronik Rp. 2.000.000 Per Kelas.
    Dari penjelasan diatas, apabila seorang pemohon mengajukan satu merek dan didaftarkan pada empat kelas berbeda maka pemohon akan dikenakan biaya pendaftaran untuk tiap kelasnya.

* * *

Demikianlah penjelasan singkat seputar merek, serta langka-langka, syarat pendaftaran merek. Semoga bermanfaat.