Materi Pendidikan Karakter Dasar

Memilik anak dengan karakter yang baik adalah dambaan bagi setiap orang tua saat ini. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa di jaman sekarang ini sangat banyak generasi-generasi muda yang terjerumus kedalam hal-hal negatif akibat kurangnya pendidikan karakter dalam diri mereka.

Oleh karena itu dipandang perlu untuk memperkuat pendidikan karakter dalam diri setiap generasi-generasi muda saat ini.

Pengertian Pendidikan

pengertian pendidikan
pixabay.com

Pendidikan adalah pengajaran ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang diajarkan oleh Guru, Orang tua, maupun oleh Lingkungan yang bersambung dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Namun pendidikan juga dapat lahir dengan sendirinya atau yang kita sebut Otodidiak.

Berikut mimin kasih 2 ahli yang mengemukakan pengertian tentang pengetahuan :

Pengertian Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia): Menurutnya, pendidikan merupakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya seorang anak.

Maksud dari pernyatannya tersebut yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang melekat pada anak-anak tersebut, agar kelak mereka sebagai manusia dan sebagai bagian dari masyarakat dapatlah meraih keselamatan serta kebahagiaan setinggi-tingginya.

Pengertian Pendidikan Menurut Ahmand d. Marimba

Ahmad D. Marimba: Pengertian pendidikan adalah pembimbingan atau bimbingan secara sadar dari seorang pendidik terdapat perkembangan jasmani serta rohani terdidik menuju terciptanya keperibadian yang utama.
Karakter

Pendidikan Karakter

pendidikan karakter
pixabay.com

Karakter, jauh berbeda dengan pendidikan, karakter adalah sifat yang melekat sedari lahir atau batin yang memgang kendali penuh segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat setiap individu.

Setiap individu mempunyai karakter yang jauh berbeda, misal dalam keluarga saja, tak menutup kemunginan bahwa perilaku sang anak akan berbeda dengan ayah ataupun ibunya.

Namun biasanya seiring berjalannya waktu prilakunnya dapat berubah akan tercermin dari lingkungannya atau dari orang tua mereka.

2 ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang karakter :

Makna Karakter Menurut Maxwell

Menurut Maxwell, karakter seseorang jauh lebih baik daripada hanya sekedar perkataan. Lebih dari itu, karakter adalah pilihan yang nantinya dapat menentukan tingkat kesuksesan.

Makna Karakter Menurut Wyne

Menurut Wyne, karakter menandai bagaimana teknis atau cara untuk memfoukuskan penerapan nilai kebaikan menjadi tindakan atau pun tingkah laku.

Jadi karakter seseorang adalah penentu masa depan individu tersebut, bandingkan saja orang malas dengan rajin!.

Pengertian Pendidikan karakter

pendidikan karakter pada anak sekolah dasar
pixabay.com

Pendidikan karakter atau character education adalah usaha-usaha yang dilakukan dalam bentuk pengajaran yang secara tersusun, agar mampu melahirkan potensi dan pembangunan karakter yang jauh lebih baik terhadap individu atau kelompok.

Sekarang ini lagi jamannya yang namanya krisis moral apalagi di Negara tercinta kita Indonesia, dimana semua anak-anak remaja bahkan yang masih berumur 10 tahun sudah pernah melihat atau membuka situs porno.

Tidak heran pergaulan dan seks bebas seolah membutakan mereka akan pentingnya ilmu dan bekal masa depan.

Bahkan sering kita dengar siswa yang memukul gurunya sendiri, membakar gedung dan merokok ditempat umum, dan anehnya mereka malah melakukannya seolah tanpa rasa bersalah.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Lickona berpendapat bahwa Pendidikan Karakter adalah usaha yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada seseorang sehingga ia mampu memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Suyanto (2009) berpendapat bahwa Pendidikan Karakter sebagai cara seseorang berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu baik untuk hidup maupun bekerja sama, enatah dalam keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.

Bisa dibayangkan pentingnya sebuah Pendidikan Karakter itu?, bagimana fungsinya?

Fungsi Pendidikan Karakter

mengenal fungsi pendidikan karakter
pixabay.com

Fungsi pendidikan karakter yaitu agar individu atau kelompo mampu mengembangkan potensi dasar yang dimiliki anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik.

Dalam hal ini fungsi besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga mampu meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia.

Pendidikan karakter tidak hanya untuk diaplikasikan di bangku sekolah, melainkan juga di berbagai lingkup kehidupan kita keluarga, lingkungan, pemerintahan, dunia usaha, serta taknologi.

Indonesia saat ini sedang mengalami krisis-krisis moral atau prilaku dari para remaja yang masih duduk dibangku sekolah. Dengan penetapan pemerintah yang menhilangkan pembelajaran akidah ahlak.

Perbandingan yang paling besar adalah buat anak-anak yang lahir di tahun 80an hingga tahun 97an, senakal naklanya anak-anak kala itu kita atau bahkan tidak pernah mendengar perihal seorang siswa yang membakar gurunya.

Nah sekarang, bukan hanya guru di sekolah bahkan sempat ramai tedengar sebuah berita tentang seorang anak yang membakar ibunya karena tidak dibelikan gadget.

Perbedaan yang jauh besar terjadi, apakah karena sebuah kemajuan?. Ini tidak bisa sama sekali disebut sebuah kemajuan bahkan tak sedikit pun.

Inilah bagaimana sebuah nilai-nilai karakter yang baik pantas dan bahkan wajib diajarkan pada anak. Pendidikan karakter akan menjadi pondasi pembentukan karakter seorang individu yang berkualitas kedepannya.

Pengajaran pendidikan karakter pada anak akan memberikan sebuah dampak positif bagi sebuah bangsa. Ingat ini? ‘’beri aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia’’.

Sebuah makna besar terkandung dalam alimat tersebut. Bung Karno percaya bahwa awal berhasilnya sebuah bangsa lahir dari anak-anak muda yang berjiwa nasionalisme, yang peduli pada nilai-nilai social baik itu toleran, gotong royong, dan saling menghormati.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Hardvard University mengatakan bahwa kesuksean seseorang bukan berasal dari nilai akademik yang ia milik atau dapat disekolah saja, tetapi lebih oleh kemampuan yang dimiliki atau bakat yang di asah sehingga banyak menghsilkan pengalaman dan pengalaman itu tak ternilai harganya.

Menurut penelitian tersebut bahwa kesuksean dapat diukur dengan 20 persen hard skill dan 80 persen soft skill.

Soft skill ini terbentuk melalui penerapan pendidikan karakter pada anak.

Proses Pembentukan Karakter Pada Anak

proses pendidikan karakter anak
pixabay.com

Ada sebuah analogi, dan saya harap anda mengerti dengan analogi berikut :

Bayangkan seorang anak yang anda didik saat ini adalah seekor ulat yang ada dalam kepompong. Dan adalah seorang anak perempuan yang sedang mengamati kepompomg tersebut.

Anda mungkin sudah tahu bahwa seekor ulat itu akan menjadi kupu-kupu yang cantik. Anda pun berniat untuk membantu agar ulat itu cepat keluar.

Berpikir cepat anda akhirnya mengambil pisau dapur dan membuat sebua lubang agar ulatnya bisa dengan cepat keluar.

Namun al hasil tak sesuai dengan harapan kita, bukannya menjadi kupu-kupu yang cantik, ulat itu malah menjadi aneh dengan sayap yang tak tumbuh dengan badan yang setengah berbulu.

Ia tak mapu terbang melainkan merayap , taka da sedikitpun segi-segi keindahan yang diperlihatkannya. Itu karena bagi ulat proses menjadi kepompong adalh prose yang cukup lama.

Namun menjadi kupu-kupu dari kepompong juga tidak mudah, ia haru mendorong dinding kepompong itu, karena ketika ia mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki akan ada cairan yang mengalir keseluruh tubuhnya, dan cairan itulah yang nantinya berubah menjadi sayap.

Dan karena lubang yang anda buat sehingga ia tak mengerahkan seluruh tenaganya.

Jadi dalam lingkup pengembangan karakter seorang anak, anda tidak boleh membantu seorang secara penuh ketika ia mengalami kesulitan. Sering kali kita sebgai pengajar llupa akan hal ini.

Jadi perhatian yang terlalu berlebiahn juga mampu memberikan dampak yang negative. Tak selamanya niat baik menghasilkan yang aik pula.

Jadi baik guru maupun orang tua biarkan anak kita menggali potensi mereka masing-masing, kita hanya sebagai seorang pendukung yang mendukung dan memandu semua kreativitas yang ia miliki untuk lebih dikembangkan lagi.

Sama halnya dengan kepompong tadi yang memilik proses yang tidak singkt, maka dari pembentukan karakter juga butuh waktu hingga anak mengetahui pentingnya.

Telah menjadi harapan kita semua, mengharapkan keluarga sebagai pelaku utama dalam mendidik dan menanamkan dasar–dasar moral pada anak.

Peran orang tua dalam moral anak sangatlah penting, baik asalnya baik pula akhirnya.

Leave a Comment