Referensi Seputar PT, CV, dan Firma [Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Dll]

Mendirikan sebuah perusahaan yang memiliki badan hukum yang jelas adalah sebuah keharusan bagi mereka yang ingin mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai jenis-jenis bentuk badan hukum perusahaan adalah menjadi sebuah keharusan.

Maka dari itu, Pada postingan kali ini, kita akan membahas mengenai bentuk badan hukum sebuah perusahaan yang paling umum yakni PT, CV, dan Firma. Berikut ulasannya.

PT (Perseroan Terbatas)

pengertian pt
pixabay.com

Sebelum membahas mengenai pengertian PT, perlu diketahui bahwa PT merupakan singkatan dari perseroan terbatas. Jadi, PT dan Perseroan terbatas merupakan dua hal yang sama.

Pengertian PT

Pengertian PT adalah suatu bentuk perusahaan berbadan hukum yang dasar pemodalannya dikonversi kedalam bentuk saham.

Selanjutnya, setiap pemilik saham akan memiliki jumlah saham sebanyak jumlah dana yang dimasukkan.

Dari Pengertian PT diatas kemudian diketahui bahwa tugas, tanggung jawab, serta hak terhadap perusahaan akan dilaksanakan dan diberikan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Adapun komponen-komponen kelengkapan organisasi perseroan terbatas yang akan diberikan kepada para pemegang saham diantaranya adalah Direksi, Komisaris dan Rapat umum para pemegang saham.

Ciri-ciri PT

Setelah mengetahui pengertian PT, selanjutnya adalah bagaimana mengetahui ciri-ciri PT.

Ciri-ciri PT adalah beberapa poin-poin yang menggambarkan sebuah PT serta menjadi pembeda dengan badan usaha lainnya.

Berikut beberapa ciri-ciri PT:

  • Tujuannya untuk mencari sebuah keuntungan.
  • Memiliki fungsi komersial serta fungsi ekonomi.
  • Modalnya awalnya dari saham-saham dan obligasi.
  • Tidak menerima fasilitas dari Negara.
  • Perusahaan tersebut dipimpin oleh Direksi.
  • Kekuasaan tertingginya yaitu terdapat pada RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham.
  • Setiap karyawan perusahaanya berstatus sebagai pegawai rusahaan swasta.
  • Hubungan usahanya telah diatur di dalam hukum perdata, dan lain-lain.

Jenis-jenis PT

PT terbagi kedalam tiga jenis yang digolongkan berdasarkan sifat serta tujuan perseroan tersebut. Berikut tiga jenis PT yang di klasifikasikan berdasarkan sifat serta tujuannnya.

PT Terbuka

Pengertian PT terbuka yaitu suatu perseroan terbatas yang dapat menjual sahamnya kepada umum atau masyarakat melalui pasar modal. Jadi saham Perseroan terbatas ini sahamnya bisa kita tawarkan kepada masyarakat umum dan dijualnya melalui Bursa Saham.

PT Tertutup

Pengertian PT Tertutup merupakan perseroan terbatas yang dimana modalnya berasal dari orang-orang tertentu, seperti misalnya pemegang saham dari perusahaan tersebut hanya dari keluarga dan kerabat ataupun dari kalangan tertentu dan tidak menjualnya kepada masyarakat umum.

PT Kosong

Pengertian PT Kosong yaitu perseroan terbatas yang telah memiliki izin untuk melakukan usaha maupun izin lainnya akan tetapi tidak ada kegiatan.

Syarat-syarat Pendirian PT

Pemenuhan syarat-syarat pendirian PT merupakan langkah pertama dari cara pendirian PT.

Berikut beberapa syarat-syarat yang harus dilengkapi dalam cara pendirian PT :

  • Syarat umum untuk pendirian perseroan terbatas:
  • Fotokopi KTP dari para pemegang saham dan pengurus, minimal 2 orang.Fotokopi KK dari penanggung jawab / direktur.
  • Nomor NPWP dari penanggung jawab.
  • Pas foto dari penanggung jawab ukuran 3X4 (2 lembar berwarna).
  • Fotokopi PBB tahun terakhir berdasarkan domisili perusahaan.
  • Fotokopi surat kontrak atau sewa kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha.
  • Surat keterangan domisili oleh pengelola gedung jika berdomisili di gedung perkantoran.
  • Surat keterangan RT/RW
  • Kantor tereletak di wilayah perkantoran/plaza atau ruko atau tidak berada di wilayah permukiman.
  • Membuat BPJS Ketenagakerjaan untuk PT, bisa dibuat secara online.
  • Siap untuk disurvei.

Syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. 40/2007 yaitu sebagai berikut:

  • Pendiri perusahaan minimal 2 orang atau lebih (pasal 7 ayat 1).
  • Akta Notaris yang memakai berbahasa Indonesia.
  • Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali untuk rangka peleburan (pasal 7 ayat 2 dan ayat 3).
  • Akta pendirian wajib disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan dalam BNRI (ps. 7 ayat 4).
  • Modal awal minimal Rp. 50 juta serta modal disetor minimal 25% dari modal dasar (pasal 32 dan pasal 33).
  • Terdiri dari 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (pasal 92 ayat 3 & pasal 108 ayat 3).
  • Pemegang saham wajib WNI atau badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia, kecuali PT PMA.
  • Cara Pendirian PT

Langkah-Langkah Mendirikan PT

Mendirikan sebuah PT bukanlah hal yang bisa dilakukan secara sembarangan. Kita harus mengikuti langkah-langkah yang di gambarkan dalam cara mendirikan PT.

Berikut beberapa langkah-langkah cara mendirikan PT:

  • Mempersiapkan semua Data Pendirian PT
  • Menyiapkan Akta Pendirian di Notaris
  • Memiliki Pengesahan SK Menteri Pendirian PT
  • Mengurus Domisili Kelurahan PT
  • Mengurus NPWP di Kantor Pajak dimana saja
  • Mengurus surat Izin Usaha
  • Mengurus TDP atau Tanda Daftar Perusahaan

Itulah pembahasan singkat mengenai PT yang membedakannya dengan CV, selanjutnya penjelasan tentang CV.

CV (Commanditaire Vennootschap)

cv
pixabay.com

Selain PT, juga terdapat beberapa bentuk perusahaan lainnya yang berbadan hukum. Salah satunya adalah CV atau Commaditaire Nennootsch yang cenderung lebih sederhana jika dibandingkan dengan PT.

Pengertian CV

CV adalah suatu bentuk badan usaha persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang.

CV adalah singkatan dari Commanditaire Vennootschap yang artinya Persekutuan Komanditer.

Selain itu, gambaran lain dari CV adalah beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Perbedaan CV dan PT

Perlu anda ketahui bahwa apabila anggota dalam Sekutu Komanditer (Komanditaris) atau Pemegang Saham CV meninggal dunia atau pailit, sama sekali tidak mempengaruhi eksistensi kelangsungan CV tersebut.

Sedangkan ketika yang meninggal dunia atau pailit itu adalah anggota dalam Sekutu Komplementer (Komplementaris) atau pengurus CV, maka CV tersebut berakhir dan bubar, selanjutnya diadakan pemberesan.

Pembeda antara PT dan CV adalah bahwa meninggalnya atau digantinya anggota Direksi, tidak mempengaruhi eksistensi kelanjutan kehidupan PT.

Kelebihan Dan Kekurangan CV

Setelah mengetahui Pengertian CV, Selanjutnya yang perlu anda ketahui adalah keuntungan mendirikan CV.

Keuntungan mendirikan CV :

  • Telah Dikenal Umum dimasyarakat
    • Keuntungan mendirikan CV yang pertama adalah Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, terutama masyarakat bisnis kecil dan menengah, sehingga memudahkan perusahaan ikut serta untuk berbagai kegiatan, misalnya ikut dalam tender pekerjaan tertentu.
  • Mudah Mendapatkan Modal
    • Keuntungan mendirikan CV selanjutnya adalah CV lebih mudah dalam memperoleh modal, karena pihak perbankan jauh lebih mempercayainya ketimbang dengan perusahaan perseorangan.
  • Mudah Berkembang
    • Lebih mudah berkembang adalah keuntungan mendirikan CV selanjutnya. Hal tersebut karena manajemen dipegang oleh orang yang ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya sehingga mudah mendapat tender dari pemerintah.
  • Lebih Fleksibel
    • CV lebih fleksibel, sebab tanggung jawab terbatas hanya sekutu komaditer sedangkan yang mengurus perusahaan dan mempunyai tanggung jawab tidak memiliki batasan sekutu komplementer.
  • Pajak Mudah
    • Pengenaan pajak hanya satu kali saja, yakni pada badan usaha saja. Pembagian keuntungan atau laba yang dipegang oleh sekutu komanditer tidak lagi dikenakan pajak penghasilan.

Itulah beberapa keuntungan mendirikan CV yang tidak dimiliki oleh PT maupun Firma.

Kekurangan Persekutuan Komanditer (CV) :

  • Susah untuk menarik modal yang sudah disetor;
  • Butuh Modal yang besar karena didirikan banyak pihak;
  • Mudah mendapatkan sebuah kridit pinjaman;
  • Terdapat anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan;
  • Relatif tidak susah untuk didirikan
  • Kelangsungan hidup perusahaan cv tidak tentu.

Unsur-Unsur Persekutuan Komanditer atau CV

Berdirinya sebuah perusahaan berbadan hukum CV tidak terlepas dari beberapa unsur-unsur pendukung berdirinya sebuah CV. Berikut beberapa unsur-unsur persekutuan komoditer.

  • Unsur CV sebagai sebuah perkumpulan
    • Merupakan Kepentingan bersama
    • Merupakan Kehendak bersama
    • Memiliki Tujuan bersama
    • Memiliki Kerja sama.
  • Unsur CV Sebagai sebuah persekutuan perdata
    • Merupakan Perjanjian timbal balik
    • Merupakan Inbreng
    • Merupakan Pembagian keuntungan.
  • Unsur CV Sebagai sebuah firma
    • Untuk Menjalankan sebuah perusahaan (pasal 16 KUHD);
    • Dengan nama bersama maupun firma (pasal 16 KUHD); dan
    • Sebagai Tanggung jawab sekutu (kerja) yang bersifat pribadi untuk keseluruhan (pasal 18 KUHD).

Ciri-Ciri Persekutuan Komanditer (CV)

Adapun di bawah ini beberapa ciri dari CV, yang akan memperkuat Pengertian CV, diantaranya yaitu:

Sekutu Aktif

Sekutu aktif atau sekutu Komplementer atau yang kita sebut sebagai Pengurus, adalah sekutu yang menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga.

Maknanya adalah semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif biasa juga disebut sebagai persero kuasa atau persero pengurus.

Sekutu aktif merupakan sekutu yang bertanggung jawab penuh terhadap jalannya perusahaan termasuk bertanggungjawab atas utang piutang (harta pribadinya) Pasal 18 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

Sekutu Pasif

Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer merupakan sekutu yang hanya menyertakan modal dalam persekutuan.

Jika perusahaan mengalami kerugian mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang yang mereka dapat terbatas tergantung modal yang mereka berikan.

Status Sekutu Komanditer singkatnya adalah seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan, pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan.

Sekutu ini bisa kita disebut sebagai persero diam (Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang).

Firma

pixabay.com

Pengertian Firma

Firma merupakan bentuk persekutuan badan usaha untuk menjalankan dan mengembangkan usaha antara dua orang maupun lebih dengan nama usaha bersama.

Semua anggota pada badan usaha firma mempunyai tanggung jawab penuh atas perusahaan sehingga modal untuk mendirikan badan usaha firma juga berasal dari patungan para anggotanya.

Baik keuntungan maupun kerugian yang dialami badan usaha firma akan menjadi tanggungan bersama setiap anggota yang tergabung dalam firma.

Karakteristik Badan Usaha Firma

Kita bisa mengenali persekutuan firma hanya dengan melihat ciri-cirinya.

  1. Badan usaha firma tersebut didirikan oleh dua orang atau lebih dengan perjanjian
  2. Firma memakai satu nama usaha bersama dalam menjalankan semua kegiatan usaha
  3. Para anggota firma secara aktif mengelola perusahaan dan mempunyai tanggungjawab bersama kepada pihak ketiga
  4. Keanggotaan firma sangat mengikat serta berlaku seumur hidup
  5. Para anggota firma memiliki hak untuk membubarkan firma
  6. Masing-masing anggota firma bisa melakukan suatu perjanjian dengan pihak lain
  7. Dalam menjalankan firma, setiap keuntungan akan dibagi secara proporsional kepada para anggota
  8. Pendirian firma biasanya dilbuat dengan akta notaris, namun bukan merupakan persyaratan mutlak

Sifat-Sifat Firma

Berikut ini adalah beberapa sifat-sifat persekutuan Firma:

  • Keagenan atau sebuah perwakilan bersama
  • Umur bersifat sementara
  • Mempunyai tanggung jawab tak terbatas
  • Adanya kepentingan terhadap masing-masing anggota
  • Adanya partisipasi ketika Persekutuan Firma
  • Bentuk firma ini dipakai untuk kegiatan usaha skala kecil maupun skala besar
  • Firma bisa berupa perusahaan kecil yang menjual barang pada satu lokasi, atau perusahaan besar yang mempunyai cabang atau kantor di banyak lokasi
  • Semua anggota bisa menjadi agen atau wakil dari persekutuan firma untuk tujuan usahanya
  • Pembubaran persekutuan firma akan terjadi bila saja salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal
  • Tanggungjawab seorang anggota tidak memiliki batas pada jumlah investasinya
  • Semua investasi dalam persekutuan firma tidak lagi dimiliki secara sendiri-sendiri oleh masing-masing anggota
  • Semua anggota berhak mendapat pembagian laba persekutuan firma.
  • Prosedur Mendirikan Firm

Bila anda seorang pebisnis yang berniat membangun sebuah badan usaha firma bersama kelompok Anda, maka Anda perlu memahami proses pendirian firma dengan baik.

Ketentuan perihal badan usaha firma sendiri sudah tercantum dalam pasal 22 KUHD dimana pendirian firma harus berdasarkan akta otentik tanpa ada kemungkinan untuk ditolak pihak ketiga.

Dalam pasal 23 dan 28 KUHD juga dijelaskan bahwa akta wajib didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana akta tersebut dibuat dan kemudian akta wajib untuk diumumkan dalam Berita NKRI.

Akta haruslah memuat segala hal tentang firma seperti jenis usahanya, perjanjian usaha, kapan usaha didirikan dan juga kapan usaha tersebut akan berakhir.

Sehingga dalam pendirian sebuah badan usaha firma berhubungan erat dengan proses pengadilan hukum untuk mendaftarkan akta firma.

Jika Anda membangun firma tetapi belum mendaftarkan akta otentik ke pengadilan maka dianggap firma Anda menjalankan berbagai usaha dan dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Berdasar pada pengertian firma di atas maka badan usaha ini tidak berbadan hukum karena perusahaan sudah memenuhi persyaratan secara materiil serta tidak memenuhi kualifikasi secara formal.

Badan usaha firma mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan NPWP yang terpisah dari kewajiban anggota pemiliknya, dan hal ini termasuk wajib pajak.

* * *

Demikianlah penjelasan singkat mengenai PT, CV, dan Firma. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment