Perbedaan Haji dan Umroh Dalam Pemaknaan, Hukum, Rukun, Serta Waktu Pelaksanaannya

Perbedaan haji dan umroh – ibadah Haji dan ibadah Umroh merupakan dua aktifitas yang kedua-duanya dilaksanakan di tempat khusus yang sama yakni di tanah haram.

Perbedaan ibadah haji dan umroh
Perbedaan Haji dan umroh via pixabay.com

Meskipun di laksanakan di tempat yang sama, kedua ibadah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan satu dama lainnya diluar kesamaan antara keduanya.

Kedua ibadah tersebut memiliki hukum-hukum tersendiri dan tidak boleh disamakan atau disejajarkan. Oleh karenanya umroh tidak boleh dijadikan pengganti haji maupun sebaliknya.

Akan sangat disayangkan jika ada masyarakat yang beranggapan bahwa umroh dapat dijadikan pengganti haji. Apalagi mengingat daftar tunggu haji terbilang cukup lama jika dibandingkan ibadah umroh. Oleh karena itu, pengetahuan akan perbedaan haji dan umroh sangat penting untuk diketahui.

Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas seputar perbedaan kedua ibadah tersebut baik dari segi maknanya, hukum, rukun, dll.

Perbedaan Haji dan Umroh

Meskipun memiliki beberapa kesamaan, ibadah haji serta ibadah umroh merupakan dua ibadah berbeda yang dilaksanakan di tempat yang sama. Dalam pembahasan Fiqhi seputar haji serta umroh, kedua ibadah tersebut termasuk ibadah Mustaqilla yang berarti memiliki hukum tersendiri yang berbeda satu sama lain.

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Sisi Makna

Secara bahasa, haji berarti al-qoshdu yang artinya bermaksud atau sengaja berkunjung ke tempat yang dimuliakan. Sedangkan secara istilah, haji dapat dimaknai sebagai rangkaian ibadah yang dilaksanakan dengan cara tertentu dan pada waktu yang telah ditentukan demi mengharapkan keridhoan dari Allah SWT.

Sedangkan umroh sendiri dimaknai sebagai Ziarah. Makna berziarah disini yakni berziarah ke tanah haram serta melaksanakan ibadah-ibadah yang ditetapkan sebagai rukun-rukun umroh serta ibadah-ibadah Sunnah lainnya dengan berharap ridho Allah SWT.

Perbedaan Hukum Haji dan Hukum Umroh

Hukum haji dan umroh
Perbedaan hukum haji dan umroh via pixabay.com

Dari sudut pandang hukum agama, ibadah Haji memiliki kedudukan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibadah umroh.

Hukum ibadah haji dalam agama Islam adalah hukumnya wajib bagi mereka-mereka yang telah memenuhi segala persyaratan wajib haji.

Hukum tersebut didasarkan pada surah Ali Imran ayat 98 yang artinya

” Dan bagi Allah Subhana wa taala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke baitullah.”

Landasan hukum wajibnya melaksanakan haji bagi yang mampu juga diperkuat pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya:

” Islam didirikan atas lima perkara, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan”

Dari kedua hadits di atas akhirnya ditarik kesimpulan yang hukumnya disepakati oleh seluruh mazhab bahwa haji merupakan ibadah wajib bagi mereka yang mampu.

Oleh karenanya seseorang yang mengingkari wajibnya haji bagi yang mampu dapat dihukumi murtad atau keluar dari agama islam kecuali bagi mereka yang minim ilmu terkait hal di atas.

Sedangkan hukum umroh sendiri hingga saat ini masih terdapat ikhtilaf dari para ulama terkait wajib tidaknya untuk dilaksanakan.

Sebagian dari para ulama berpendapat bahwa hukumnya wajib dilaksanakan minimal sekali seumur hidup yang dilandaskan pada surah Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi

” …dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh untuk Allah…”

Sedangkan menurut sebagian ulama hukumnya Sunnah yang apabila dilaksanakan mendapat pahala dan apabila tidak dilaksanakan tidak berdosa. Hal tersebut didasarkan pada dalil hadits riwayat Tirmidzi yang artinya

” …nabi pernah ditanya mengenai umroh wajib atau tidak, beliau menjawab tidak, dan ketika kau umroh maka itu lebih baik bagimu…”.


Perbedaan Rukun Haji dan Rukun Umroh

Perbedaan rukun haji dan umroh
Rukun haji dan umroh via pixabay.com

Faktor penentu sah tidaknya ibadah haji ataupun umroh adalah dalam hal pelaksanaan rukunnya yang apabila salah satunya tidak dilaksanakan maka ibadah haji maupun umroh yang dilaksanakan menjadi tidak sah.

Rukun haji sendiri berbeda dengan rukun umroh. Rukun haji diantaranya adalah niat ihram, wuquf di arofah, melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah, melaksanakan sa’i, serta bertahallul atau memotong rambut.

Sedangkan rukun umroh diantaranya adalah Ihram, melakukan tawaf, melaksanakan sa’i, serta bertahallul atau memotong rambut.

Dari kedua rukun di atas diketahui bahwa perbedaan ibadah haji dan ibadah umroh terletak pada satu rukun yakni Wiwid di Arafah pada pelaksanaan ibadah haji.

Perbedaan Haji Serta Umroh Dalam Hal Waktu Pelaksanaan

Selain berbeda pada hukum dan rukun, perbedaan kedua ibadah tersebut juga terletak pada waktu pelaksanaannya.

Waktu pelaksanaan ibadah haji telah ditentukan yang dilaksanakan setahun sekali pada bulan Dzulhijjah atau bulan haji dimana puncaknya adalah wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Sedangkan ibadah umroh sendiri tidak terikat pada waktu-waktu tertentu yang artinya dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

*****

Itulah ulasan singkat terkait perbedaan haji dan umroh baik dari sisi pemaknaan, hukum, rukun, hingga waktu pelaksanaan. Semoga dapat menambah wawasan anda terkait pelaksanaan ibadah haji serta umroh. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment