Surat Perjanjian Pinjam Uang Dengan dan Tanpa Jaminan

Surat perjanjian pinjam uang – Pinjam meminjam merupakan hal yang lumrahbterjadi pada kehidupan kita saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita jumpai beragam perjanjian-perjanjian yang dilakukan baik antara keluarga, teman, serta kolega baik secara lisan maupun tertulis.

Perjanjian-perjanjian yang mencakup hal-hal yang sederhana mungkin cukup dilakukan secara lisan. Akan tetapi jika perjanjian yang dilakukan mencakup hal-hal yang penting seperti uang maka sebaiknya di tuangkan dalam surat tertulis dan bila perlu dilengkapi dengan saksi-saksi.

Surat yang seperti demikian akan memiliki kekuatan hukum jika sewaktu-waktu terjadi masalah antar pihak pemberi dan penerima pinjaman.

Surat Perjanjian

Surat perjanjian adalah suatu bentuk persetujuan antara kedua belah pihak yang dituangkan dalam sebuah surat yang berisikan hak serta kewajiban kedua belah pihak yang harus dipatuhi bersama.

Kenapa Setiap Perjanjian Penting Untuk Dibuat Secara Tertulis?

Penandatanganan surat perjanjian
Pxhere.com

Berikut beberapa alasan kenapa seluruh kesepakatan hutang piutang harus dituangkan dalam tulisan:

1. Memberikan kejelasan mengenai pihak-pihak terkait

Surat yang memuat perjanjian harus berisikan informasi-informasi yang jelas mengenai seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah kesepakatan.

Jika sebuah perjanjian mengenai hutang piutang maka segala informasi mengenai pihak pemberi dan penerima pinjaman harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya.

2. Meminimalisir Permasalahan Dikemudian Hari

Surat perjanjian pinjam uang yang akan dibuat harus berisi informasi yang jelas mengenai hak dan kewajiban pihak pemberi dan penerima pinjaman yang telah disepakati sebelumnya.

Apabila terjadi ketidak sepahaman mengenai hak dan kewajiban pihak terkait di kemudian hari maka surat hutang piutang yang telah dibuat dapat dijadikan rujukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

3. Mengunci Resiko yang Mungkin Terjadi

Perjanjian yang telah disepakati bersama selanjutnya akan ditanda tangani oleh pihak terkait serta para saksi-saksi diatas materai sehingga surat tersebut memiliki kekuatan hukum.

Dengan begitu jika pihak-pihak terkait melakukan pelanggaran perjanjian maka pihak tersebut dapat di proses berdasarkan hukum yang berlaku.

Apa Saja Syarat-Syarat Utama Suatu Perjanjian?

Syarat-syarat sebuah perjanjian utang piutang
Pxhere.com

Isi sebuah perjanjian bisa saja berbeda dengan perjanjian yang lain. Isi surat perjanjian pinjam uang atau utang piutang akan berbeda dengan isi perjanjian sewa menyewa.

Namun meskipun berbeda, setiap perjanjian memiliki point-point utama yang mungkin akan sama secara garis besar pada setiap perjanjian. Berikut beberapa syarat-syarat utama sebuah perjanjian yang baik:

1. Judul

Surat harus memiliki judul yang jelas berdasarkan objek perjanjian. Seperti “Surat Kespakatan Penyewaan kendaraan”, “Surat Kesepakatan Pinjaman Uang”, dll.

Judul surat sebaiknya dibuat dengan jelas bila perlu menggunakan huruf kapital serta diletakkan di bagian tengah atas surat.

2. Pembuka

Bagian pembuka surat umumnya berisi kata-kata pembuka yang diikuti dengan data-data lengkap dari pihak-pihak terkait.

3. Isi Perjanjian

Pada bagian ini, seluruh isi perjanjian akan dijabarkan dengan jelas dan detail. Isi perjanjian umumnya berisi hak-hak dan kewajiban setiap pihak, aturan-aturan main, pasal-pasal, serta informasi-informasi tambahan yang dibutuhkan.

Isi surat harus dibuat dengan sejelas-jelasnya. Hindari kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan yang membingungkan atau bermakna ganda sebab dapat menjadi cela munculnya kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

4. Penutup

Bagian penutup surat akan berisi kata-kata penutup, waktu penandatanganan, serta space untuk tandatangan dari pihak-pihak terkait serta para saksi-saksi.

Hal yang penting untuk diingat adalah untuk memperkuat dasar hukum surat yang dibuat, maka pihak-pihak terkait harus melakukan tandatangan diatas materai.

Surat Perjanjian Pinjam Uang / Hutang piutang

Surat perjanjian pinjam uang
Pxhere.com

Surat kesepakatan mengenai hutang piutang adalah surat yang dibuat terkait permasalahan pinjam meminjam uang. Baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan perusahaan.

Jenis perjanjian ini umumnya terbagi menjadi jenis yakni surat hutang piutang dengan jaminan dan surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan.

A. Surat Perjanjian Pinjam Uang / hutang Piutang Dengan Jaminan

Surat hutang piutang dengan jaminan adalah jenis surat perjanjian pinjam uang yang mensyaratkan jaminan didalamnya.

Pihak penerima pinjaman di wajibkan untuk melampirkan jaminan kepada pihak pemberi pinjaman yang jumlahnya atau nilainya sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Jaminan tersebut ditujukan sebagai bukti keseriusan dari pihak penerima pinjaman serta sebagai pegangan bagi pihak pemberi pinjaman jika suatu waktu pihak penerima pinjaman tidak dapat melunasi pinjaman berdasarkan tenggat waktu yang telah disepakati bersama.

Jika kedua belah pihak telah bersepakat dengan jumlah pinjaman, jaminan, serta kesepakatan-kesepakatan lainnya maka keduanya dapat menandatangani kesepakatan bersama diatas materai yang diikuti dengan tanda tangan dari para saksi-saksi.

Contoh Surat Perjanjian pinjam uang / Hutang Piutang Dengan Jaminan

Contoh surat perjanjian pinjam uang
Pxhere.com

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Hari ini, tanggal 24 Januari 1999 telah disepakati sebuah perjanjian utang piutang antara pihak pertama dan pihak kedua yakni:

  1. PIHAK PERTAMA
    Nama :
    Tempat Tanggal Lahei :
    Alamat :
    Pekerjaan :
    Dalam perjanjian ini bertindak sebagai PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK KEDUA
    Nama :
    Tempat Tanggal Lahir :
    Alamat
    Pekerjaan :
    Dalam perjanjian ini bertindak sebagai PIHAK KEDUA.

Perjanjian ini menerangkan bahwa:

  1. PIHAK PERTAMA telah meminjam uang dari PIHAK KEDUA sebesar Rp. 100.000.000. (seratus Juta Rupiah).
  2. PIHAK KEDUA menjaminka sebidang tanah di wilayah Depok sebagai jaminan kepada PIHAK PERTAMA.

Pasal 1
JUMLAH PINJAMAN
PIHAK PERTAMA dengan ini telah medapatkan pinjaman dari PIHAK KEDUA sebesar Rp.100.000.000.- (Seratus Juta Rupiah).

Pasal 2
PENYERAHAN DAN PENERIMAAN PINJAMAN
PIHAK KEDUA telah melakukan penyerahan uang pinjaman sebesar Rp. 100.000.000.- (Seratus Juta Rupiah) dengan cara tunai kepada PIHAK PERTAMA dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA melalui penandatanganan bukti penerimaan yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 3
MEKANISME PENGEMBALIAN
PIHAK PERTAMA diwajibkan melakukan pengembalian utang kepada PIHAK KEDUA dengan cara diangsur sebesar Rp. 10.000.000.- (Sepuluh Juta Rupiah) setiap bulan terhitung sejak bulan pertama setelah penandatanganan hingga bulan ke sepuluh.

Pasal 4
JAMINAN
Bila mana PIHAK PERTAMA tidak dapat menyelesaikan pembayaran sebagaimana yang telah ditetapkan diatas maka akan dibuat perjanjian penyerahan kuasa atas objek jaminan dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA berupa sebidang tanah di wilayah Depok.

Pasal 5
PENYERAHAN KUASA
PIHAK PERTAMA menyerahkan kuasa kepada PIHAK KEDUA untuk menguasai dan mengambila alih sebidang tanah sebagaimana disebutkan pada pasal 4 untuk melunasi sisa hutang dari PIHAK PERTAMA.

Pasal 6
PENYELESAIAN MASALAH

  • Apabilah terjadi hal-hal yang belum diatur dalam surat ini, atau terjadi perbedaan penafsiran pada sebagian atau pada seluruh perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk melakukan penyelesaian sacara musyawarah.
  • Apabila penyelesaian secarah musyawarah mufakat tidak dapat tercapai maka penyelesaian masalahnya akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.

Pasal 7

LAIN-LAIN
Segala hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam bentuk surat menyurat yang ditandatangan oleh kedua belah pihak.

PASAL 8
PENUTUPAN
Surat ini dibuat menjadi dua rangkap dengan menggunakan materai pada masing-masing rangkap dan ditandatangani oleh kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Medan, 24 Januari 1999
Pihak Pertama. Pihak Kedua
Materai Rp.6000. Materai Rp.6000

(————————-). (————————-)
Saksi-Saksi
1.
2.
3.


Itulah contoh surat perjanjian pinjam uang yang melibatkan jaminan didalamnya. Contoh surat diatas merupakan contoh surat yang dibuat seadanya.

Jumlah pasal yang tertera dapat ditambahkan maupun di kurangi sesuai dengan kebutuhan semua pihak. Begitupun dengan redaksi pasalnya.

Untuk lebih jelasnya, anda dapat mengkonsultasikan dengan pihak-pihak yang ahli di bidang perjanjian seperti pihak notaris dll.

*****

B. Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan
Pxhere.com

Surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan tidaklah jauh berbeda dengan surat perjanjian pinjam uang yang menggunakan jaminan sebagai bagian dari isyarat pinjaman.

Pada perjanjian yang satu ini pihak pemberi pinjaman tidak mewajibkan adanya jaminan dalam isyarat pinjaman. Itulah perbedaan utama antara perjanjian yang menggunakan jaminan dengan surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan.

Selain dari pada persyaratan jaminan, semua ketentuan-ketentuan yang tertera pada perjanjian dengan jaminan cenderung sama dengan surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan.

Contoh surat perjanjian pinjam uang tanpa jaminan

Berikut ini contoh surat perjanjian pinjam uang tanpa jaminan yang melibatkan pihak pemberi pinjaman dan pihak penerima pinjaman tanpa mengisyaratkan jaminan.

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini Sabtu 27 Mei 2019, kami yang bertanda tangan dibawah ini telah menyepakati perjanjian hutang piutang yaitu:

Nama :
Tempat Tanggal Lahir:
Pekerjaan :
Alamat :
Dalam hal ini bertindak sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama :
Tempat Tanggal Lahir :
Pekerjaan :
Alamat :
Dalam hal ini bertindak sebgaia PIHAK KEDUA.

Maka melalui surat ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak dengan poin-poin sebagaimana tercantum di bawah ini :

  1. PIHAK PERTAMA menerima pinjaman uang dari PIHAK KEDUA sebesar Rp. 10.000.000.- (Sepuluh Juta Rupiah) secara tunai.
  2. PIHAK PERTAMA berjanji akan melakukan pelunasan secara bertahap kepada PIHAK KEDUA selama sepuluh bulan terhitung sejak ditandatanganinya surat kesepakatan ini.
  3. Apabila PIHAK PERTAMA tidak mampu menyelesaikan pembayaran hingga batas akhir yang ditentukan bersama maka PIHAK KEDUA berhak berhak untuk melaporkan atau memproses PIHAK PERTAMA ke jalur hukum sesuai hukum yang berlaku.
  4. Surat ini disepakati dan ditandatangan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA diatas materai secara sadar, tanpa paksaan, serta sehat jasmani dan rohani pada tanggal 27 Mei 2019 di Jakarta.

Demikianlah surat ini dibuat dan disepakati bersama didepan para saksi-saksi untuk dipatuhi dan dijadikan dasar hukum bagi masing-masing pihak.

Jakarta, 10 Februari 2019

Pihak Pertama
Materai Rp.6000

(———————)

Pihak Kedua
Materai Rp.6000

(———————-)

Saksi-Saksi

  • Retno (————————)
  • Adi Kusumo (——————-)
  • Putra Bungsu (———————)

Itulah contoh surat perjanjian pinjam uang tanpa jaminan yang tidak meminta jaminan sebagai isyarat peminjaman.

Namun meskipun begitu pihak penerima pinjaman harus tetap serius dalam melunasi pinjaman yang diberikan sebab apabila dalam jangka waktu yang telah ditentuka pihak penerim pinjama tidak mampu melunasi pinjamannya maka pihak pemberi pinjaman berhak melapor ke pihak berwajib.


Demikianlah ulasan singkat mengenai surat perjanjian pinjam uang / hutang piutang dengan jaminan dan surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment