Contoh Surat Pernyataan Cerai dan Bagaimana Statusnya Dimata Hukum

Surat pernyataan cerai – Banyaknya tontonan kawin cerai para selebriti belakangan ini menjadikan seolah-olah sebuah pernikahan maupun perceraian merupakan hal yang biasa saja serta mudah untuk dilakukan.

Namun, penting untuk diketahui bahwa pernikahan merupakan hal yang suci dan sakral baik secara sosial budaya terlebih lagi agama.

Oleh karenanya patutlah kita untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai pemainan belaka.

Cukuplah perceraian menjadi pilihan terakhir untuk di jalani setelah semua usaha untuk mempertahankan rumah tangga telah diupayakan.

Perceraian

Definisi perceraian
Pixabay.com

Perceraian adalah berakhirnya hubungan pernikahan sebuah pasangan antara suami dan istri setelah melalui beberapa proses baik secara agama maupun secara hukum.

Meskipun bukanlah pilihan terbaik, namun proses perceraian ini tetap diatur baik secara agama maupun secara hukum.

Secara hukum, perceraian diatur dalam Undang-undang no.1 tahun 1974 perihal perkawinan.

Undang-undang perkawinan tersebut menyebutkan bahwa “sidang perceraian bisa dilaksanakan jika kedua belah pihak (suami dan istri) melengkapi seluruh syarat yang dibutuhkan serta sama-sama menyepakati untuk menandatangani surat perceraian.

Surat Pernyataan Cerai

Surat pernyataan cerai dapat dibuat oleh mereka yang telah resmi bercerai, baik dari pihak suami maupun pihak istri.

Surat tersebut kemudian dijadikan sebuah landasan yang menerangkan bahwa kedua belah pihak telah bercerai, dimana surat tersebut dapat digunakan untuk keperluan tertentu jika dibutuhkan.

Surat pernyataan cerai sendiri dibuat langsung oleh yang bersangkutan tanpa perlu melalu persetujuan pihak manapun yang dibuat diatas materai.

Contoh Surat Pernyataan Cerai

Pada dasarnya surat keterangan cerai ini dapat dibuat oleh siapa saja selama pernyataan tersebut jelas dan benar adanya serta diperkuat dengan materai. Tidak ada standard khusus yang digunakan.

Biasanya, surat pernyataan tersebut terdiri dari data pihak pertama dan pihak kedua serta saksi-saksi jika diperlukan. Berikut contohnya:

——————————————-

SURAT PERNYATAAN CERAI

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami:

Pihak Pertama

Nama : Mukhlis Binti Mahmud
Umur : 31 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Perkebunan
Alamat : Jalan Kemesraan, Ambon – Maluku.
Dalam hal ini disebut Pihak pertama.

Pihak Kedua
Nama : Risna Binti Susanti
Umur : 30 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Pengajar
Alamat : Jalan Gotong Royong, Ambon – Maluku.
Dalam hal ini disebut Pihak kedua.

Dengan ini menyatakan telah sepakat untuk mengakhiri hubungan sebagai suami dan istri atau bercerai setelah melalui proses Talak. Dengan ini kedua belah pihak tidak lagi memiliki keterikatan apapun.

Demikianlah surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dihadapan para saksi-saksi dan dibuat dengan penuh kesadaran dan kerelaan serta tanpa paksaan dari pihak manapun.

Ambon, 11 Oktober 2018

Pihak Pertama Pihak Kedua

Materai Rp. 6000,-

Mukhlis. Risna

Saksi-saksi :

  1. Nurdin
  2. Somad
  3. Zandy

——————————————–

Sah kah Perceraian Tanpa Melalui Pengadilan dan Hanya Menggunakan Surat Pernyataan Cerai?

Surat pernyataan cerai tanpa pengadilan
Pixabay.com

Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, pasal perceraian diatur dalam Undang-Undang pasal 39 mengenai perkawinan yang berbunyi:

(1) Perceraian hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

(2) Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri.

(3) Tatacara perceraian di depan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri. “

Selanjutnya pada pasal 115 Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengatakan bahwa

Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan agama setelah pengadilan agama tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak

Dari pasal-pasal diatas dapat dikatakan bahwa sebuah perceraian dikatakan sah secara hukum jika dilakukan di didepan sidang pengadilan.

Perceraian yang hanya menggunakan surat keterangan cerai yang menyatakan telah bercerai tanpa melalui tahapan-tahapan pengadilan belum dikatakan sah secara hukum meskipun mungkin secara agama telah dinyatakan sah.

Oleh karena itu bagi anda yang merasa ingin melalu proses perceraian maka perlu bagi anda untuk menjalani tahap-tahap ya secara hukum di pengadilan agama.

Disisi lain, saat anda menjalani proses perceraian di pengadilan agama, ada tahap-tahap dimana anda masih diberi kesempatan serta pandangan untuk dapat kembali baik dengan pasangan anda yang mungkin saja belum terpikirkan oleh anda.

Langkah Mengajukan Gugatan Cerai ke Pengadilan

Mengajukan gugatan perceraian
Pixabay.com

Proses perceraian melalui pengadilan tidaklah sekompleks yang di fikiran oleh kebanyakan orang.

Berikut beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk menjalani perceraian melalui persidangan.

Menyiapkan Kelengkapan Dokumen

Menyiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan
Untuk pengajuan gugatan cerai di pengadilan agama, seorang penggugat harus menyiapkan beberapa berkas yang di isyaratkan, yaitu:

  • Kartu tanda penduduk (KTP) penggugat.
  • Surat nikah asli serta foto copy.
  • Foto copy kartu keluarga.
  • Surat keterangan kelurahan.
  • Jika telah dikaruniai anak maka perlu melampirkan foto copy akte kelahiran anak.
  • Materai.
  • Khusus untuk gugatan harta Gono gini maka penggugat harus menyertakan segala dokumen-dokumen terkait harta bersama seperti surat-surat tanah, STNK, dll.

Melakukan Registrasi Gugatan ke Pengadilan

Setelah semua kelengkapan dokumen telah terpenuhi, saatnya penggugat mendaftarkan gugatannya ke pengadilan berdasarkan wilayah domisili tergugat.

Pembuatan Surat Gugatan

Setelah meregistrasi gugatan ke pengadilan, penggugat dapat segera membuat surat gugata pada bagian luar bantuan hukum pengadilan.

Pada surat gugatan tersebut, penggugat wajib mengisikan alasan mengajukan gugatan yang dapat diterima oleh hakim pengadilan seperti adanya KDRT, selalu bertengkar, tidak diberi nafkah, ditelantarkan, dll.

Biaya Perceraian

Terdapat biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama persidangan seperti, biaya pendaftaran, biaya proses, materai, biaya redaksi, serta biaya panggilan persidangan.

Biaya-biaya tersebut pada dasarnya adalah tanggung jawab pihak penggugat. Namun hal tersebut dapat dibicarakan oleh kedua belah pihak.

Proses Sidang Perceraian

Proses persidangan dilangsungkan dengan menghadirkan pihak penggugat dan tergugat. Saat persidangan, pihak pengadilan terlebih dahulu akan mengupayakan perdamaian antara kedua belah pihak melalui proses mediasi.

Dalam proses mediasi ini pihak penggugat dan tergugat akan diberikan masukan-masukan baru sehingga diharapkan ada jalan keluar untuk permasalahan mereka.

Apabila dalam proses mediasi kedua belah pihak tetap berkeinginan untuk melanjutkan pada proses perceraian, maka pihak pengadilan akan melanjutkan pada pembacaan surat gugatan cerai yang telah dibuat dimana menjelaskan alasan-alasan pihak penggugat mengajukan gugatan.

Untuk memperkuat alasan penggugatan, pihak penggugat dapat menghadirkan saksi-saksi untuk meyakinkan hakim pada proses persidangan.

Pada kondisi lain, apabila pihak tergugat tidak pernah menghadiri persidangan maka pihak pengadilan dapat memutuskan bahwa gugatan cerai dinyatakan sah.

Selanjutnya pihak pengadilan akan memberitahukan pihak tergugat mengenai amar keputusan yang telah dibuat.

Apabila pihak tergugat tidak memberikan tanggapan maka pihak pengadilan akan mengeluarkan akta cerai sebagai bukti sahnya perceraian tersebut.

Contoh Surat Pernyataan Cerai Setelah Melalui Proses Cerai di Pengadilan

SURAT PERNYATAAN CERAI

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami:
Pihak Pertama
Nama : Muhsin Binti Hasan
Umur : 30 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat : Jalan Mangga 234, Palembang – Sumatra
Dalam hal ini disebut Pihak pertama.

Pihak Kedua
Nama : Saritem binti sariman
Umur : 29 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : IRT
Alamat : Jalan Kebaikan, Palembang – Sumatra
Dalam hal ini disebut Pihak kedua.

Dengan ini menyatakan telah resmi bercerai secara sah dimata hukum berdasarkan surat putusan pengadilan agama pada hari ini Rabu, 13 September 2017 yang di hadiri oleh saksi-saksi.

Demikianlah surat pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan kerelaan serta tanpa paksaan dari pihak manapun untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Palembang, 13 januari 2018

Pihak Pertama Pihak Kedua

Materai Rp. 6000,-

Muhsin Saritem

Saksi-saksi :

  1. Ruslan
  2. Paijo
  3. Komar

Itulah beberapa langkah-langka pengajuan gugatan cerai ke pengadilan yang dapat ditempuh saat hendak mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agar perceraian anda dapat dinyatakan sah secara hukum.

Sebab sebagaimana yang dikatakan diatas bahwa perceraian yang hanya dibuktikan dengan surat pernyataan cerai tanpa melalui proses pengadilan tidaklah sah Dimata hukum serta tidak memiliki kekuatan hukum.

Namun diluar daripada semua permasalahan dan solusi diatas, kami berharap agar masalah-masalah yang terjadi dalam sebuah keluarga dapat diselesaikan dengan kekeluargaan tanpa harus bercerai. Terima kasih.

Leave a Comment